Capacity Building Media Online Suara Anak Negerinews
Tampilan layar acara webinar. (27/1). (Dok. SAN)
Biak, suaraanaknegerinews.com – Direktur Eksekutif LSM Santa Lusia Paulus Laratamse megatakan, Capacity Building merupakan sebuah kewajiban bagai pemilik media baik itu cetak atau online bagai para Journalist atau Contributor yang memiliki minat menyalurkan keahlian dalam dunia jurnalistik. Hal ini ia katakana pada acara Webinar Capacity Building Media Online Suara Anak Negerinews. Senin, 27 Januari 2025.
Paulus Laratamse melanjutkan, untuk memberikan informasi yang baik dan benar berdasrkan UU Pers No 40 Tahun 1999 yang menekankan hak dan kewajiban seorang wartawan dalam menulis berita.
“suaraanaknegerinews.com merupakan media di mana selain memberikan informasi tentang apa yang dikerjakan kepada publik, juga menyuarakan hak-hak mereka yang tereliminasi akibat ketidakmampuan mereka untuk bersuara, kata lainnya Voice of Voiceless”, tegas Paulus.
Tak hanya sampai disitu, Paulus mengajak, mari kita rawat Indonesia, negeri yang penuh susu dan madu dengan karya-karya kita yang mendidik dan membangun anak bangsa.
Objektifitas karya kita, menurut Paulus akan menjadi media pendidikan profesional bagi pembangunan negeri. Tidak semua anak negeri bahagia dengan kekayaan alamnya dalam proses pembangunan. Mari kita suarakan mereka agar hidup layaknya saudara-saudara di tempat lain.
“Karya-karya objektif dan orisinal anda akan dikenang selamanya, sedangkan cerita-cerita lisan akan ditinggal tanpa bekas, demikian sebuah istilah Latin Verba volant, scripta manent”, pungkas Paulus.
Pada kesempatan yang sama, Anto Narasoma, seorang Journalist senior memaparkan apa dan bagaimana menulis berita yang benar sesuai perintah UU Pers No 40 Tahun 1999 dan Kode Etik Jurnalistik.
“Wartawan mengakses momentum berdasarkan what (apa), who (siapa), when (kapan), where (di mana), dan why (mengapa) serta how (bagaimana) atau 5W+1H”, tegas peria mengawali karir sebagai wartawan pada tahun 1984.
Nilai-nilai yang diungkap dalam tulisan dengan bahasa yang baik dan benar. Penerapan Kode Etik Jurnalistik atau KEJ adalah suatu keharusan, tutup Anto.
Arsiya Oganara sebagai peserta pada kesempatan ini menyampaikan, pelatihan diperlukan agar memudahkan kita menyampaikan berita pada khalayak.
Arsiya berharap, ada pelatihan lanjutan dalam rangka meningkatkan kinerja para wartawan, tutupnya.
Diketahui, acara ini dihadiri 25 peserta dari berbagai kota di Indonesia. Hadir juga tim Redaktur Yusuf Achmad, Anto Narasoma, dan Leni Marlina. Mitra pendukung Starcom, poetry PEN, PPIPM, WCLC, dan SMK Santren Al Hasan Surabaya. (Arsiya Oganara)