April 20, 2026

China Ngebut Bikin Mobil Terbang, Suzuki Tak Mau Ketinggalan!

Tb Mhd Arief Hendrawan

Jakarta, Suaraanaknegerinews.com, – Belakangan tengah ramai soal mobil terbang yang mulai dijual oleh pabrikan China. Namun tak hanya mereka, Suzuki yang notabene pabrikan Jepang juga tak mau ketinggalan.
Keseriusan Suzuki Motor Corporation untuk menggarap mobil terbang ini terlihat dari tambahan investasi yang mereka berikan kepada SkyDrive Inc.Sabtu (01/11/2025)

SkyDrive merupakan startup teknologi yang tengah mengembangkan mobil atau kendaraan terbang bernama SKYDRIVE SD-05.

Sejatinya, Suzuki dan SkyDrive telah menjalin kerja sama sejak Oktober 2025, dengan fokus pada pengembangan pasar luar negeri, termasuk India.

Kini, lewat alokasi saham pihak ketiga, Suzuki kembali memperkuat dukungan modalnya terhadap SkyDrive.

“Melalui investasi tambahan ini, Suzuki ingin memperdalam kolaborasi bisnis dan teknologi dengan SkyDrive untuk mewujudkan mobilitas masa depan yang berkelanjutan dan aman,” tulis Suzuki dalam keterangan resminya.

Tak hanya menanamkan modal, Suzuki dan SkyDrive juga telah memulai produksi mobil terbang SD-05 di kota Iwata, Prefektur Shizuoka. Produksi dilakukan melalui anak perusahaan SkyDrive, Sky Works Inc., yang memanfaatkan fasilitas milik Suzuki Group.

Proses produksi itu ditandai dengan seremoni pemasangan rivet pertama pada 6 Oktober 2025 lalu. Hadir dalam acara tersebut CEO SkyDrive Tomohiro Fukuzawa dan Presiden Suzuki Toshihiro Suzuki, serta perwakilan kedua perusahaan.

Mobil terbang hasil kolaborasi Suzuki dan SkyDrive ini sejatinya sudah mulai mencuri perhatian dunia. Pada 1 November 2025, SkyDrive sukses melakukan penerbangan publik pertamanya dalam gelaran media day di Expo 2025 Osaka.

Menariknya, SkyDrive juga telah mengantongi pemesanan awal dari salah satu operator jet pribadi terbesar di India, JetSetGo. Sebanyak 50 unit mobil terbang dipesan untuk mendukung operasional mereka di masa depan.

“Selain pesawat yang digunakan pada Expo 2025 Osaka, Kansai, Jepang, pesawat untuk dijual kepada pelanggan akan diproduksi di pabrik ini,” tutup Suzuki pada Jurnalis.

Mobil Terbang Xpeng Bakal Mengudara di Indonesia Bulan Depan

Tak mau kalah dengan Jepang. Xpeng, perusahaan otomotif asal Tiongkok, bakal meramaikan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2025. Mereka akan membawa mobil terbang pada 1-17 Desember di ICE BSD, Tangerang.
“Pengennya dimunculin, kan kelihatan siluet-siluet begitu kemarin (konferensi pers GIIAS 2025),” kata VP Marketing of Xpeng Indonesia, Hari Arifianto di Jakarta, Sabtu (1/11/2025).

Hari menambahkan mobil terbang ini masih dalam tahap pengenalan awal. Xpeng ingin memberi pengalaman langsung kepada pengunjung sebelum benar-benar menghadirkan teknologi ini ke tahap komersial.

Meskipun teknologi ini masih dalam tahap pengenalan, kehadirannya di GIIAS 2025 akan membuka dialog baru soal regulasi kendaraan udara pribadi di Indonesia. Dibutuhkan kerja sama antara industri, pemerintah, dan otoritas penerbangan untuk mewujudkannya dalam skala nyata di indonesia.

“Pengennya kita bisa kasih showing yang terbaru, yang excited, orang sudah datang berdesak-desakan datang ke GIIAS bisa lihat sesuatu yang baru,” jelas Hari.

Xpeng bukanlah produsen mobil biasa. Xpeng telah menciptakan kendaraan masa depan. Mobil terbang sampai robot berbentuk manusia bukanlah mimpi.

Xpeng memiliki mobil terbang yang bernama AEROHT Land Aircraft Carrier yang siap mengudara tahun depan. Ini menjadi mobil terbang modular pertama di dunia yang akan diproduksi massal tahun 2026.

“Kita showcase dulu (di GIIAS 2025),” kata Hari.

Dalam laporan pada Jurnalis sebelumnya dari Hongkong, harga mobil terbang itu di China di bawah 300.000 dolar Amerika Serikat atau di bawah Rp 5 miliaran. Bahkan lebih murah dari supercar yang harganya lebih dari Rp 10 miliaran.

Saat tidak digunakan, mobil terbang itu disimpan di dalam mobil roda enam. Untuk digunakan, ada mekanisme pemisahan dan penyambungan kembali ke mobil darat secara otomatis. Pengoperasian satu tombol memungkinkan pemisahan dan penyambungan kembali mobil darat dan mobil terbang hanya dalam waktu 5 menit.

“Dalam kondisi baterai penuh, mobil roda enamnya bisa mengecas mobil terbang untuk enam kali terbang. Sekali mengudara mobil terbang itu bisa menjangkau jarak 20 km dengan durasi 15-20 menit terbang,” ujar Hari.