April 21, 2026
yusuf20

Oleh Yusuf Acmad

Debu menempel, bermilyar-milyar, Berlumur, bercampur, tersebar jika tak terlihat. Kadang debu tak muncul tiba-tiba kecuali digores, disingkap, digaruk. Hanya tangan peka yang menemukan debu yang menggunung, Bukan tangan yang merasa tak perlu mengais, menyibak, bahkan menggali jiwa.

Mata yang buta mendamba terang, indahnya dunia. Hanya yang pernah merasakan panas bersyukur akan sejuk. Hanya kaki yang menyelam tahu kedalaman. Mengapa banyak yang merasa kuat, perkasa, takkan tumbang? Apakah tubuh utuh tak butuh debu yang melekat? Apakah kita lupa debu kembali pada tanah, bercampur, menyatu, hilang lalu tak ada yang peduli?

Apakah kita hanya bangga pada lumpur berbau busuk yang menyerang? Atau kita kira debu tak akan lenyap? Tetap kokoh, bahagia, gagah, takkan pernah hancur?

Surabaya, 10 Januari 2025