DI BIAS CAHAYA MATAMU
anto narasoma
Ketika malam berpeluk cinta,
malam pun memutih
Lantunan firman yang kau ucapkan dalam tahajud,
menjadi cair di atas sujudmu
Tenggelam kita terpejam dalam kelam.
Apa yang kau bisikkan ke telinga
setelah makrifatku menjadi cahaya?
Lihatlah malam itu, hanya kelam
ketika bias matamu sejuk di dada ini
Karena air suci di kening yang kau sungkurkan sejak malam,
mengitari bias-bias harapan
Karena cahaya matamu yang kau arahkan
lewat bintik-bintik malam
di cakrawala,
menjadi bias di balik cahaya matamu
Palembang
21 April 1991