April 16, 2026
anto

anto narasoma

Ketika malam berpeluk cinta,
malam pun memutih

Lantunan firman yang kau ucapkan dalam tahajud,
menjadi cair di atas sujudmu

Tenggelam kita terpejam dalam kelam.
Apa yang kau bisikkan ke telinga
setelah makrifatku menjadi cahaya?

Lihatlah malam itu, hanya kelam
ketika bias matamu sejuk di dada ini
Karena air suci di kening yang kau sungkurkan sejak malam,
mengitari bias-bias harapan

Karena cahaya matamu yang kau arahkan
lewat bintik-bintik malam
di cakrawala,
menjadi bias di balik cahaya matamu

Palembang
21 April 1991