April 25, 2026

Doa Darah Kristus dan Sentuhan Kasih RD. Ponsianus Ongirwalu Warnai Hari Raya Hati Kudus Yesus

Oleh : Johanis Kopong

Dalam Misa Kudus, RD. Ponsianus Ongirwalu Beri Pesan Harapan dan Kasih untuk Anak-Anak Hebat

http://suaraanaknegerinews.com | Olilit Barat, 27 Juni 2025 – Suasana penuh khidmat menyelimuti Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, pagi itu. Pada Jumat pagi, 27 Juni 2025, RD. Ponsianus Ongirwalu, Pastor Paroki HKY, memimpin Misa Hari Raya Hati Kudus Yesus sekaligus membuka Novena Santo Yudas Tadeus hari pertama.

Perayaan iman tersebut mengangkat semangat kasih, pengorbanan, dan kesetiaan umat, khususnya anak-anak pelayan altar yang setiap hari dengan tekun melayani dalam liturgi.

Doa Darah Yesus Penebus: Harapan di Tengah Derita

Dalam khotbah dan doa syafaat, Pastor Ponsianus mempersembahkan doa penyembuhan yang menyentuh hati umat:

“Tuhan Yesus Kristus Penebus Dunia, Putra Tunggal Allah, darah yang indah dan kudus telah tumpah karena dosa kami. Curahkanlah rahmat-Mu melalui darah-Mu yang tertumpah dari kaki-Mu di kayu salib demi keselamatan umat-Mu…”

Dengan penuh pengharapan, umat diajak memohon kuasa darah Kristus untuk kesembuhan pribadi dan sesama.

Pesan doa ini menyiratkan bahwa tidak ada penyakit atau penderitaan yang tidak bisa dijamah oleh kasih Kristus yang menyelamatkan.

HKY Pung Carita: Berbagi Kasih Lewat Buku Tulis

Usai misa, suasana hangat dan akrab terasa ketika Pastor Ponsianus membagikan bingkisan sederhana berupa buku tulis kepada anak-anak pelayan altar.

Bingkisan itu menjadi bentuk nyata kasih dan perhatian gereja terhadap semangat dan kesetiaan anak-anak yang setiap hari melayani dengan sukacita.

 

“Sedikit berkat dari pastor, sebagai persiapan kalian menuju kursus baru nanti. Terima kasih atas kesetiaan kalian menjadi pelayan altar setiap hari,” tutur RD. Ponsianus sambil tersenyum.

Kegiatan ini dikenal sebagai bagian dari “HKY Pung Carita” sebuah cara sederhana namun berarti dalam menumbuhkan solidaritas dan cinta kasih di kalangan umat, terutama generasi muda gereja.

Pesan Penutup: Salve dan KIDA BELA

Di akhir kegiatan, RD. Ponsianus menyampaikan salam sukacita kepada seluruh anak dan umat: “Salve… Teruslah menjadi anak-anak hebat. Ratu Norkit Monuk Dedesar. Kida Bela!”

Pesan itu mencerminkan semangat lokal yang sarat makna: menghormati budaya, menumbuhkan iman, dan menjunjung kasih dalam kebersamaan umat beriman.