May 2, 2026
paul4

Ia datang dari keluarga katolik yang seluruh hidup mereka bagi pelayanan Tuhan di daerah terpencil sampai di pusat kota di Tanah Papua. Kini, ia  seorang pemimpin yang menundukkan diri kepada Allah meneladani keluarga besarnya, bahkan para tokoh Kitab Suci yang setiap hari memulai perjalanan mereka dengan doa dan penyerahan diri yang penuh iman. Pemazmur pernah berkata, “Sebab Engkaulah yang memberkati orang benar, ya TUHAN; Engkau memagari dia dengan anugerah-Mu seperti perisai” (Mazmur 5:12). Firman ini menggambarkan keyakinan bahwa Tuhan memang tidak selalu menjanjikan jalan yang mudah, tetapi Ia menjanjikan penyertaan, pemulihan, dan kebaikan-Nya bagi mereka yang bergantung kepada-Nya.

Apa yang dihidupi oleh Drs. F.X. Mote, M.Si, Bupati Waropen, merupakan cerminan nyata dari iman yang bersandar pada janji itu. Setiap hari, sebelum memasuki tugas kepemimpinan dan pelayanan publik, ia membuka hari dengan doa, menempatkan seluruh keberadaan dirinya dalam penyelenggaraan ilahi. Doanya berpaut pada kerendahan hati seorang hamba Allah, sebagaimana tertulis: “Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu dan jangan bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu” (Amsal 3:5–6).

Doa seorang pemimpin bukan hanya permohonan, tetapi juga deklarasi iman bahwa Tuhan-lah yang turun tangan; bahwa manusia bekerja, tetapi Tuhan yang menegakkan. Pemazmur kembali meneguhkan hal ini: “Sebab Tuhan itu baik, kasih setia-Nya untuk selama-lamanya” (Mazmur 100:5). Dalam terang firman inilah, doa Drs. F.X. Mote menemukan kekuatan dan maknanya: sebuah penyerahan total kepada Dia yang memulihkan, membimbing, dan menguatkan. Ia pun berdoa:

Tuhan Tidak Berjanji
Hari-hari kita selalu baik.
Tetapi Dia berjanji
Kebaikan Tuhan akan selalu ada
Menyertai kita setiap hari.

Selamat Pagi Tuhan!

Seluruh kehidupanku
Aku percaya, Tuhanku Ajaib
Kau Turun Tangan
Memulihkan memulihkanku

Aku percaya, Tuhan. Amin.