Yusufachmad bilintention
Dalam dunia seni peran, ada tokoh-tokoh yang tak sekadar bermain peran—mereka menyimpan luka, tawa, dan sejarah yang hidup dalam tubuh karakter. Epy Kusnandar adalah salah satunya. Lewat sosok Muslihat dalam Preman Pensiun, ia menjelma menjadi cermin dari kompleksitas manusia: keras di luar, rapuh di dalam. Puisi ini ditulis oleh Anto Narasoma sebagai penghormatan atas jejaknya yang tak hanya menghibur, tapi juga menggugah kesadaran kita tentang makna hidup, kematian, dan pertobatan.
PREMAN PENSIUN
anto narasoma
(bagimu Epy Kusnandar)
dunia tato, pisau, dan wajah setan itu hanyut ke dalam ajal. semua kuyub dan basah
ke dalam tinta skenario yang kau baca
dalam adeganmu
yang merengek di antara tangisan masa lalu, karakter dingin itulah pada akhirnya menelantarkan kekejian orang-orang di sekelilingmu
preman pensiun,
mengalahkan penjajahan nafsu bagi kenakalan dan kebencian yang merajalela di atas emosimu
maka,
ketika durasi permainanmu disekat ajal, preman-preman mengucurkan ketidakpastian atas kematian itu
o, begitu cepat naskah cerita menjadi makam atas dirimu yang terkulai di antara tanah sebatas usiamu
maka,
di sepanjang skenario yang kau catat dalam kematian itu, para pelakon hanya tertegun selama durasi ceritamu mengucurkan air mata sedih
epy kusnandar,
pergilah ke dalam riwayat kehidupanmu
sebab,
Kekasihmu menanti
di ruang kehidupan lain
yang menyimpan pertanyaan baik-burukmu dalam adegan terakhir preman pensiun di layar kaca
Palembang
7 Desember 2025
Anto Narasoma menulis bukan sekadar mengenang, tapi menyulam doa dalam bait-bait yang lirih. Di balik layar kaca, ada jiwa yang telah berpulang, meninggalkan naskah kehidupan yang tak akan pernah tayang ulang. Semoga puisi ini menjadi pelita kecil di antara kenangan, bahwa setiap peran yang dijalani dengan tulus akan menemukan panggungnya di ruang kehidupan lain—tempat di mana pertanyaan tentang baik dan buruk akhirnya mendapat jawaban.
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly