April 21, 2026

Don Bosco III Saumlaki Gaungkan Pendidikan Berkarakter dan Siap TKA 2026

Oleh: joko

Menuju TKA 2026, Don Bosco III Saumlaki Tanamkan Disiplin dan Sinergi Orang Tua, Teguhkan Komitmen Pendidikan Karakter

Sekolah, guru, dan orang tua berkolaborasi membentuk karakter dan kesiapan akademik siswa.

http://suaraanaknegerinews.com | Sabtu pagi, 25 Oktober 2025, ruang kelas SD Naskat Don Bosco III Saumlaki di Jalan Flamboyan, Kampung Babar Atas, tampak ramai oleh kehadiran para orang tua murid.

Dari wajah-wajah penuh perhatian, tampak betapa besar harapan mereka terhadap pendidikan anak-anaknya.

Di tengah semilir angin pesisir Tanimbar Selatan, acara Sosialisasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) dan Rapat Orang Tua Murid Tahun Pelajaran 2025/2026 resmi dimulai.

Lagu kebangsaan Indonesia Raya dan Mars Bintang Timur mengawali suasana dengan khidmat, disusul doa bersama yang menenangkan.

Momen itu seolah menjadi pengingat bahwa pendidikan bukan sekadar urusan ruang kelas, tetapi juga perihal hati dan tanggung jawab bersama.

Pendidikan sebagai Tanggung Jawab Kolektif

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah SD Naskat Don Bosco III Saumlaki, Suster Maria Magdalena Batfian, TMM, menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran para orang tua.

“Ini bukti nyata kepedulian Bapak dan Ibu terhadap pendidikan anak-anak kita. Pendidikan bukan hanya soal pengetahuan, tetapi juga karakter,” ujarnya dengan nada lembut namun tegas.

Ia menegaskan bahwa sekolah melihat pendidikan sebagai tanggung jawab kolektif: antara guru, orang tua, dan siswa.

“Anak-anak belajar tidak hanya dari buku, tapi dari teladan. Karena itu, komunikasi antara sekolah dan orang tua harus terus terbuka,” tambahnya.

0-3248×1440-0-0-{}-0-24#

Menyoal Karakter dan Disiplin di Sekolah

Dalam rapat itu, kepala sekolah juga menyinggung pentingnya penegakan tata tertib yang kini menjadi perhatian bersama.

Belakangan, sejumlah guru merasa ragu untuk menegur siswa yang melanggar aturan karena takut disalahartikan.

Ada siswa yang bahkan melapor ke orang tua saat ditegur, sementara sebagian guru merasa kehilangan wibawa di kelas.

“Anak-anak sekarang lebih berani melawan, bahkan sampai melompati pagar saat jam pelajaran,” ungkap salah seorang guru dalam diskusi internal.

Suster Maria menegaskan, pihak sekolah berkomitmen memperkuat pembinaan karakter dan menegakkan disiplin dengan pendekatan yang humanis, bukan dengan hukuman.

“Kami ingin anak-anak patuh karena mengerti nilai disiplin, bukan karena takut,” ujarnya.

Suara Orang Tua: Komunikasi Adalah Kunci

Dalam sesi tanya jawab, salah seorang orang tua yang enggan disebut namanya menyampaikan pandangan jujur namun membangun.

“Saya sepakat bahwa pendidikan adalah tanggung jawab kolektif. Guru dan orang tua seharusnya bukan dua pihak yang saling curiga, tetapi satu tim yang bekerja sama membentuk karakter anak,” ujarnya disambut anggukan hadirin.

Ia juga mengusulkan agar sekolah membuka ruang dialog rutin antara orang tua dan wali kelas, tidak hanya saat pembagian rapor.

“Dengan komunikasi yang rutin, kesalahpahaman bisa dihindari dan kerja sama makin kuat,” tambahnya.

0-3248×1440-0-0-{}-0-24#

Sosialisasi TKA: Kesiapan Menuju Ujian Nasional Baru

Sesi berikutnya dibawakan oleh Veronika Lalamafu, S.Sos, Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian Bidang SD Dinas Pendidikan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Ia menjelaskan bahwa Tes Kemampuan Akademik (TKA) merupakan instrumen penilaian nasional yang mulai diterapkan bagi siswa kelas VI pada Maret–April 2026.

“TKA menjadi bagian penting dalam mengukur kemampuan akademik siswa, terutama untuk memastikan kesiapan mereka melanjutkan ke jenjang berikutnya,” jelas Veronika.

Ia juga mengulas sejarah evaluasi pendidikan di Indonesia, dari masa Ebtanas hingga era Merdeka Belajar.

“Sekarang TKA hadir bukan untuk menakut-nakuti, melainkan menjadi alat refleksi bagi sekolah dan siswa. Hasilnya bahkan bisa menjadi sertifikat kompetensi akademik yang berguna di masa depan,” ujarnya.

Komite Sekolah: Tanggung Jawab Bersama

Ketua Komite Sekolah, Alowesius Batkormbawa, menegaskan pentingnya kolaborasi antara orang tua dan sekolah.

“Keberhasilan pendidikan anak-anak bukan hanya tanggung jawab guru, tetapi juga keluarga. Mari kita kawal bersama proses belajar mereka, baik di sekolah maupun di rumah,” katanya.

Ia berharap komite dapat berperan lebih aktif sebagai jembatan komunikasi antara kedua pihak.

0-3248×1440-0-0-{}-0-24#

Meneguhkan Karakter, Membangun Masa Depan

Pertemuan itu ditutup dengan penyampaian tata tertib sekolah, mulai dari ketepatan waktu hadir, kedisiplinan belajar, hingga larangan-larangan yang harus ditaati siswa. Semua dirangkum sebagai pedoman moral dan disiplin bagi anak-anak Don Bosco III.

Suster Maria menutup acara dengan pesan penuh makna:
“Sekolah ini akan kuat bila ada dukungan dari orang tua. Kantor kami selalu terbuka bagi siapa pun yang ingin berdialog demi kemajuan anak-anak kita,” tuturnya sambil tersenyum.

Dari Saumlaki untuk Generasi Tanimbar

Rapat hari itu tidak hanya membahas ujian, tetapi juga menghidupkan kembali semangat kolaborasi.

Di ruang sederhana itu, di bawah atap sekolah Katolik Don Bosco III, tumbuh keyakinan bahwa pendidikan sejati bukan sekadar mengajar, tetapi juga membentuk manusia yang berkarakter, beriman, dan berdaya saing.