DPD KNPI KKT : Cantiknya Anggrek Lelemuku Sekiranya Bisa Semanis Pemerintahan Ricky & Ibu Dokter
Oleh: Johanis Kopong
–
https://www.suaraanaknegericom | Saumlaki_
Ketua Karteker DPD KNPI Kabupaten Kepulauan Tanimbar,
Simon Batmomolin, S.Sos, M.Si mengatakan kepada media ini di Saumlaki, dalam menyambut kepemimpinan baru di Bumi Duan-Lolat, Pemerintahan Ricky Jauwerisa Dr. Juliana diharapkan bisa secantik dan semanis Anggrek Lelemuku serta harus Tegak Lurus pada amanat Rakyat. Kamis (6/3/25).
“Janji manis Bupati dan Wakil Bupati haruslah dimaksimalkan demi pemenuhan Integritas diri selaku Pimpinan kepada Rakyat, semoga hasilnya bisa cantik, manis seperti Anggrek Lelemuku”. Tuturnya.
Simon berharap janji-janji kampanye bisa di realisasikan selama lima tahun kedepan, visi misi Bupati dan Wakil Bupati terpilih sangat menjadi perhatian publik saat ini, ditengah efiensi Anggaran yang digelorakan oleh Presiden Prabowo Subianto Subianto.
Dicontohkan, misalnya salah satu program yaitu 200-300 juta per RT, dirinya mengharapkan agar seyogyanya bisa di realisasikan sebagai bentuk komitmen kepada masyarakat Tanimbar, bahkan program prioritas lainnya.
Batmomolin berharap kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati yang baru dapat membawa perubahan positif bagi rakyat bukan malah sebaliknya, sehinga Bupati dan wakil Bupati bisa menjadi Ayah dan ibu yang baik untuk Masyarakat Tanimbar.
“Pemerintahan di Bumi Duan-Lolat telah ada pimpinan baru, lewat Paripurna yang di agendakan DPRD KKT tanggal 6/3/2025 secara resmi mereka akan memimpin 131,37 ribu jiwa di Kabupaten Kepulauan Tanimbar”.ujarnya.
Dirinya secara tegas menyatakan bahwa selaku bagian penting dari dunia kepemudaan di Tanimbar, selalu siap-sedia menjadi kawan berpikir bagi Pemerintah apalagi menyangkut kepentingan rakyat dan DPD KNPI akan tetap menjadi penyambung lidah rakyat kepada pemerintah.
Lanjutnya mengingatkan, pentingnya penyelesaian kompleksitas permasalahan yang hingga saat ini masih berada dalam Institusi Pemerintahan Kabupaten Kepulauan Tanimbar.
Sambungnya terkait persoalan hutang pihak ketiga yang belum juga terbayarkan selesai, Kemiskinan ekstrim, Pendidikan, kesehatan dan budaya lokal masih menjadi tantangan baru dalam menerapkan afirmasi kebijakan selaku kepala daerah.
“ Kepentingan rakyat jangan di sepelekan apalagi dikebiri, juga di ingatkan bahwa kepentingan investasi seiring hadirnya Blok Masela jangan sampai masyarakat Tanimbar terusir dari tanahnya sendiri dalam hal ini yang dimaksud ialah konflik Agraria”. Tutupnya.