May 25, 2026

Breaking News Olimpiade TIK dan Informatika Nasional (OTN) 2025: Ribuan Siswa dari Seluruh Indonesia Antusias Ikuti Ajang di Hall 8 ICE BSD Serpong

Oleh Dr. Wijaya Kusumah (Om Jay)

Olimpiade TIK dan Informatika Nasional (OTN) Olimpiade Tik dan Informaatika Nasional (OTN) Olimpiade Tik dan Informatika Nasional 2025 kembali digelar dan dipastikan ribuan siswa dari seluruh Indonesia antusias ikut ajang di Hall 8 IDE BSD.

Berita ini disampaikan langsung oleh: Dr. Wijaya Kusuma h, M.Pd. Sekjen Ikatan Guru TIK PGRI dan Komunitas Guru TIK dan KKPI Nasional (KOGTIK) yang menjadi penangung jawab kegiatan OTN 2025 di ICE BSD Serpong Tangerang Banten.

Olimpiade TIK dan Informatika Nasional (OTN) kembali digelar untuk ketujuh kalinya pada tahun 2025. Kegiatan akbar ini berlangsung di Hall 8 Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang Selatan, pada tanggal 23–26 Oktober 2025.

Ajang atau lomba ini menjadi salah satu perhelatan pendidikan terbesar di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dinantikan oleh ribuan siswa dari berbagai jenjang pendidikan di seluruh Indonesia.

Setiap tahun, OTN selalu menjadi magnet bagi pelajar dari berbagai daerah — mulai dari tingkat SD, SMP, SMA hingga SMK.

Tahun 2025 mencatat rekor baru dengan lebih dari 1.000 peserta yang mendaftar kegiatan OTN, baik secara daring maupun luring.

Mereka datang dengan semangat tinggi untuk menunjukkan kemampuan terbaik dalam bidang informatika, coding, robotika, dan teknologi digital yang berkembang pesat di era kecerdasan buatan ini.

Ajang Kolaborasi Guru Informatika Indonesia

OTN 2025 digagas oleh Ikatan Guru TIK PGRI (IGTIK PGRI) bekerja sama dengan Komunitas Guru TIK dan KKPI Nasional (KOGTIK). Kegiatan ini merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi luar biasa dari para guru informatika di seluruh Indonesia yang ingin memberikan wadah berprestasi bagi para siswa.

Guru-guru TIK dan informatika di seluruh tanah air menyadari pentingnya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya pandai menggunakan teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi digital untuk kemajuan bangsa.

“OTN bukan sekadar lomba, tetapi sarana belajar, silaturahmi, dan wadah pembentukan karakter digital bagi pelajar Indonesia,” ujar salah satu panitia nasional. “Kami ingin para siswa menyadari bahwa teknologi bukan hanya untuk hiburan, melainkan alat untuk membangun masa depan yang lebih baik.”

Mengenang Bambang Susetyanto: Sosok Inspiratif di Balik Gerakan Guru TIK Indonesia

Suasana OTN tahun ini terasa haru sekaligus membanggakan. Di tengah semangat ribuan peserta, terselip rasa duka mendalam atas wafatnya Bambang Susetyanto, Ketua IGTIK PGRI dan KOGTIK, pada 2 Oktober 2025 akibat serangan jantung, hanya tiga minggu sebelum acara dimulai.

Almarhum Bambang adalah sosok yang tak tergantikan dalam perjalanan komunitas guru TIK Indonesia. Beliau dikenal sebagai pemimpin visioner, sederhana, dan selalu memotivasi rekan-rekan guru agar terus berkarya di bidang pendidikan teknologi.

Di bawah kepemimpinannya, IGTIK PGRI dan KOGTIK berkembang menjadi komunitas guru profesional yang solid dan aktif memperjuangkan mata pelajaran informatika agar tetap eksis di sekolah-sekolah.

Sebagai bentuk penghormatan, panitia menamai panggung utama acara OTN 2025 sebagai “Panggung Digital Bambang Susetyanto”, lengkap dengan foto besar beliau dan kutipan yang terkenal di kalangan guru informatika:

“Teknologi boleh berubah, tapi semangat belajar harus tetap menyala.”

Ribuan Siswa Berkompetisi dalam Semangat Digital

Selama empat hari penyelenggaraan, Hall 8 ICE BSD menjadi lautan semangat para pelajar dan guru. OTN 2025 menghadirkan berbagai cabang lomba, seperti olimpiade informatika, lomba coding, desain grafis, keamanan siber, dan robotika sederhana.

Selain lomba untuk siswa, juga diadakan seminar nasional, workshop teknologi terkini, serta diskusi panel tentang AI, Internet of Things (IoT), dan pembelajaran berbasis proyek. Para guru mendapat kesempatan memperbarui wawasan digital, sementara siswa belajar menerapkan teknologi secara kreatif dan beretika.

Salah satu lomba yang paling menarik perhatian adalah AI for Education Challenge, di mana siswa diminta membuat aplikasi berbasis kecerdasan buatan untuk membantu proses belajar-mengajar di sekolah. Hasil karya para peserta menunjukkan betapa besar potensi anak-anak Indonesia di bidang teknologi.

Ribuan siswa hadir dengan antusias, datang dari berbagai daerah — dari Aceh, Kalimantan, Nusa Tenggara, hingga Papua. “Kami bangga bisa mewakili sekolah kami di tingkat nasional,” ujar salah satu peserta dari SMA Negeri 1 Jayapura dengan senyum semangat.

Lomba OTN 2025

Komentar Omjay: OTN Bukti Semangat Guru yang Tak Pernah Padam

Sebagai Sekretaris Jenderal IGTIK PGRI dan KOGTIK, Dr. Wijaya Kusumah, M.Pd, yang akrab disapa Omjay, menyampaikan rasa bangga dan haru atas suksesnya penyelenggaraan OTN tahun ini.

“OTN 2025 menjadi bukti nyata bahwa guru-guru informatika di Indonesia memiliki semangat kolaborasi yang luar biasa. Mereka bekerja siang malam, dengan dana terbatas, demi memastikan kegiatan ini berjalan sukses. Semuanya dilakukan demi anak-anak Indonesia,” ujar Omjay.

Omjay juga mengenang almarhum Bambang Susetyanto sebagai sosok guru sejati. “Beliau adalah pejuang pendidikan yang tak kenal lelah. Saya bersaksi sendiri bagaimana beliau memperjuangkan posisi guru TIK dan informatika di berbagai forum nasional. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, tapi semangatnya tetap hidup di hati kami semua.”

Dalam pandangan Omjay, OTN bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga wadah pembelajaran dan pertemuan ide. “OTN mempersatukan ribuan siswa, guru, dan pegiat teknologi pendidikan dalam satu semangat: menciptakan masa depan digital Indonesia yang cerdas, beretika, dan berdaya saing global.”

Ia menegaskan bahwa di era kecerdasan buatan, pendidikan informatika tidak bisa lagi dianggap pelengkap. “Jika kita ingin anak-anak Indonesia menjadi pencipta teknologi, bukan hanya pengguna, maka pembelajaran informatika harus diperkuat di semua jenjang sekolah,” tegasnya.

Semangat yang Tak Pernah Mati

Olimpiade TIK dan Informatika Nasional (OTN) 2025 bukan hanya ajang perlombaan, tetapi juga panggung besar untuk menyalakan semangat digital di kalangan pelajar Indonesia.

Meski duka menyelimuti karena kepergian almarhum Bambang Susetyanto, semangat dan dedikasinya tetap menjadi sumber inspirasi bagi guru-guru TIK di seluruh Indonesia. Seperti dikatakan Omjay,

“Guru boleh pergi, tapi semangat dan karyanya akan terus hidup dalam setiap siswa yang mencintai teknologi dan pendidikan.”

Melalui OTN, para guru dan siswa membuktikan bahwa dengan kolaborasi, kerja keras, dan tekad untuk maju, Indonesia mampu melahirkan generasi digital yang berkarakter, kreatif, dan tangguh menghadapi tantangan masa depan.

Penutup

Olimpiade TIK dan Informatika Nasional 2025 bukan sekadar kompetisi, melainkan panggung besar bagi generasi muda Indonesia untuk menunjukkan kemampuan digitalnya dan bagi para guru untuk terus menyalakan semangat belajar tanpa henti. Mari dukung kegiatan ini dan daftarkan siswa-siswi terbaik dari sekolah Anda melalui laman resmi https://www.otn.or.id agar mereka menjadi bagian dari sejarah kebangkitan digital Indonesia.***

Untuk memudahkan Anda dalam mendapatkan informasi terkini, unduh aplikasi Melintas yang sudah tersedia di Play Store dan App Store. Dapatkan update berita terbaru! Cukup klik link berikut ini:
Android: Melintas di Play Store
iOS: Melintas di App Store
Segera unduh dan nikmati kemudahan dalam mengikuti berbagai informasi menarik!

Dan Ikuti Medsos Melintas untuk mendapatkan informasi hangat!
IG: www.instagram.com/melintasid
FB: www.facebook.com/melintas
Yt: www.youtube.com/channelMelintas
Tiktok: www.tiktok.com/@melintas.id
Twitt: x.com/Melintas