Empat Doktor Baru Mengukir Sejarah, Perkuat Pendidikan Hukum di Universitas Caritas Indonesia
Laporan Milton De Holet
–
Manokwari—suaraanaknegerinews.com | Lembaga pendidikan tinggi di Manokwari, Universitas Caritas Indonesia (UNCRI), menyambut dengan bangga bertambahnya empat dosen bergelar akademik tertinggi, Doktor. Mereka adalah Agustinus Luturmas, Carina Budi Siswani, Daud Daniel Balubun, dan Yusty Foxdey Rahawarin, yang baru saja menyelesaikan Program Doktoral Ilmu Hukum di Universitas Borobudur, Rabu (20/8/2025).
Keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian personal, tetapi juga penanda penting bagi kemajuan akademik UNCRI dalam mencetak generasi ahli hukum yang mumpuni di Tanah Papua.
Dr. Agustinus Luturmas

Agustinus Luturmas lahir di Manokwari pada 9 Juni 1973 dari pasangan Fransiskus Luturmas (almarhum) dan Asunta Watratan. Ia menikah dengan Elin Balia dan dikaruniai dua anak, Afans dan Thania Luturmas. Pendidikan dasarnya ditempuh di SD Inpres No.2 Sorong (1986), dilanjutkan ke SMP Negeri 2 Sorong (1989) dan SMA Negeri 1 Sorong (1992). Ia menamatkan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Bintuni (2018) dan S2 Magister Hukum di Universitas Pattimura Ambon (2022). Sejak 2020, ia mengabdi sebagai dosen Fakultas Hukum UNCRI. Karya ilmiahnya antara lain “Tinjauan Yuridis Kekuatan Hukum Pelapasan Tanah Adat di Kabupaten Teluk Bintuni” (2023) dan “Positive Legal Aspect of Indonesia in Health Services Based on the Perspective of Law Number 17 of 2023 Concerning Health” (2023).
Dr. Carina Budi Siswani

Lahir di Magelang, Jawa Tengah, 4 September 1990, Carina adalah anak kedua dari tiga bersaudara. Ia putri dari Budi Suhargono (almarhum) dan Menuk. Carina menyelesaikan SD Negeri Kedungsari 4 Magelang (2002), SMP Negeri 3 Magelang (2005), dan SMA Tarakanita Magelang (2008). Ia menamatkan S1 di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Magelang (2013), lalu S2 Magister Hukum di Universitas Pattimura Ambon (2021). Sejak 2020, ia aktif sebagai dosen Fakultas Hukum UNCRI. Beberapa karya ilmiahnya antara lain “Conservation of Crab and Mangrove In Perspective of Local Policy and Wisdom” (2022), “Application of Visum Law In Proof of the Crime of Persecution” (2023), dan “Legal Protection For Consumers In Electronic Transactions” (2024).
Dr. Daud Daniel Balubun

Daud Daniel Balubun lahir di Tual, Maluku Tenggara, 19 Januari 1979. Ia anak pertama dari Christofel Ngabalin dan Hermelina Labetubun (almarhumah). Pendidikan ditempuh di SD Kristen Ohoiel Maluku Tenggara (1991), SMP Negeri Tual (1994), dan SMA Negeri 1 Tual (1998). Ia meraih gelar Sarjana Hukum dari Universitas Cendrawasih Jayapura (2004) dan Magister Hukum dari Universitas Hasanuddin Makassar (2010). Sejak 2005, ia mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Bintuni yang kini menjadi UNCRI. Selain sebagai akademisi, Daud aktif dalam bidang hukum praktis, pernah menjadi Komisioner Panwaslu Kabupaten Teluk Bintuni (2005, 2011, 2015), Komisioner Bawaslu (2018–2023), advokat, konsultan hukum, serta Ketua LBH Ezra sejak 2023. Karya ilmiahnya berjudul “Bawaslu Performance In Law Enforcement Effort Against Money Politics Violations”.
Dr. Yusty Foxdey Rahawarin

Yusty Foxdey Rahawarin lahir di Ambon pada 4 September 1989, anak ketiga dari Donatus Rahawarin dan Menadora Sarbunan. Ia menikah dengan Benoni Sirambul Lewelipa, S.E. (2019), dan dikaruniai tiga anak: Donatus Melkianus Zean Prince, Menadora Oktavina Avischa Prince, dan Elthen John Marlin Prince Lewelipa. Pendidikan dasar ia jalani di SD Hang Tuah Dua Halong Ambon (2001), SMP Negeri 3 Ambon (2004), dan SMA Negeri 4 Ambon (2007). Ia menamatkan S1 dan S2 Hukum di Universitas Pattimura Ambon (2012, 2022). Sejak 2016, ia mengajar di Fakultas Hukum UNCRI. Beberapa publikasi akademiknya yakni “Tanggung Jawab Negara dan Perusahaan terhadap Masyarakat Hukum Adat Lingkar Tambang” (2023) dan “The Role of Medical Forensic in Helping the Police Reveal the Crime of Murder” (2023).
Tonggak Baru UNCRI
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata komitmen Universitas Caritas Indonesia dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kontribusinya bagi pembangunan hukum di Tanah Papua. Dengan bertambahnya tenaga pengajar bergelar doktor, UNCRI optimis mampu melahirkan lulusan yang kompeten, berintegritas, dan berdaya saing tinggi.