April 18, 2026

Empat Pesan Penting Wamen Ossy untuk BPN NTB: Dari Data Akurat hingga Integritas Layanan

Oleh : joko

Arahan Wamen Ossy di NTB: Transformasi Digital dan Etika Pelayanan Jadi Sorotan

Dalam pengarahan di Kantah Kota Mataram, Wamen ATR/Waka BPN Ossy Dermawan menyampaikan empat pesan strategis untuk menjawab tantangan pertanahan di NTB: penguatan data, sinergi, digitalisasi, dan integritas pelayanan.

http://suaraanaknegerinews.com | Mataram — “Capaian NTB ini bagus, tapi tantangan tak akan pernah habis.”
Kalimat pembuka itu disampaikan Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala BPN (Wamen ATR/Waka BPN), Ossy Dermawan, saat memberikan pengarahan kepada jajaran Kantor Wilayah BPN Provinsi NTB di Kantah Kota Mataram, Sabtu (26/07/25).

Dalam forum internal yang berlangsung hangat namun penuh muatan strategis tersebut, Wamen Ossy menitipkan empat pesan penting bagi jajaran BPN NTB, bukan sekadar arahan administratif, melainkan fondasi nilai dalam menghadapi dinamika pertanahan Indonesia yang semakin kompleks.

1. Data Pertanahan: Warisan untuk Generasi

Wamen Ossy menekankan pentingnya penguatan data pertanahan, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas. Data tanah bukan sekadar arsip, tapi warisan hukum dan sosial untuk masa depan. Ia meminta semua jajaran menjaga keakuratan data hasil PTSL, serta menghindari potensi duplikasi dalam sistem elektronik.

“Dokumen pertanahan yang kita keluarkan adalah dokumen hukum. Maka setiap langkah harus ada mitigasi risiko dan akuntabilitas yang kuat,” tegasnya.

2. Sinergi: Jalin Komunikasi, Buka Ruang Kolaborasi

Menurut Wamen Ossy, pengelolaan pertanahan tidak bisa berdiri sendiri. Perlu dibangun sinergi strategis dengan Pemda, aparat penegak hukum (APH), dan masyarakat agar setiap kebijakan punya pijakan hukum yang jelas.

“Jangan hanya terpaku pada nilai investasi. Pastikan legalitas dan dampaknya bagi masyarakat. Bangun hubungan baik dengan Kajari, Pemda, dan semua pemangku kepentingan,” ujarnya.

3. Transformasi Digital: Adaptif Tapi Peka Sosial

Di era digital, transformasi adalah keniscayaan. Namun Wamen Ossy mengingatkan bahwa kesiapan masyarakat dalam menerima digitalisasi, terutama terkait sertipikat elektronik, perlu diperhatikan.

Ia menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi, agar pelayanan digital tidak menciptakan kesenjangan akses.

“Kita harus adaptif sebagai pelayan publik, tapi juga empatik melihat kesiapan masyarakat,” tuturnya.

4. Integritas: Kunci Pelayanan yang Dicintai Rakyat

Di tengah sorotan publik yang makin intens, terutama lewat media sosial, integritas dan empati menjadi harga mati. Wamen Ossy mengajak seluruh jajaran untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan menolak godaan penyalahgunaan kewenangan.

“Fokuslah melayani. Kalau kita sungguh-sungguh melayani, hasilnya bisa lebih dari yang kita bayangkan,” ungkapnya.

Optimisme untuk NTB: Dari Tanah yang Teratur Menuju Daerah yang Maju

Wamen Ossy mengapresiasi capaian jajaran BPN NTB yang menurutnya telah bekerja keras. Ia percaya bahwa NTB punya potensi besar menjadi wilayah maju, asalkan didukung oleh data pertanahan yang solid dan kepemimpinan yang bersih.

“Mudah-mudahan kerja keras kita jadi fondasi bagi pembangunan NTB yang lebih terarah dan berkelanjutan,” pungkasnya.

Dalam kegiatan ini, Wamen Ossy didampingi Wida Ossy Dermawan (Wakil Pembina Ikawati ATR/BPN), Inspektur Wilayah III Lutfi Zakaria, serta Kepala Kantah Kota Mataram Halid Aslamudin, dan seluruh jajaran BPN Provinsi NTB.

Arahan Wamen Ossy tak hanya berisi strategi birokrasi, tetapi juga nilai-nilai kepemimpinan moral di tengah transformasi pertanahan nasional.

Dari data yang kuat, kolaborasi yang sehat, digitalisasi yang inklusif, hingga integritas tanpa kompromi — inilah wajah pelayanan publik yang diidamkan masyarakat.

Sebab pertanahan bukan hanya soal peta dan sertipikat, tapi tentang keadilan, keterbukaan, dan masa depan tanah air.

#kantahkabkeptanimbar