May 10, 2026

anto narasoma
(kepada bung karno)

bung,
sepotong jasad
yang kau pendam selama 55 tahun
di balik tanah terakhir,
kembali tiba ke dalam haru birunya ingatanku

sekencang angin politik
yang mencaci-maki pertarungan hidup matimu; terpanggang
pada ruang penderitaan
tanpa makna

padahal,
suara proklamasi yang berkumandang
ke seantero ruang sejarah sepenuh api, menaklukkan perhatian dunia

bung,
air mata negerimu tumpah ke dalam derai hujan ; ketika sebujur tubuhmu hilang ke balik pertikaian politik caci-maki

dengan busana basah
air mata, hakikat kesedihan itu pun mengantarkan kebesaran sejarahmu yang gugur tanpa bintang kemuliaan
di pundakmu

maka tidurlah bung, ujar suara tanpa kata-kata yang mengiringi ingatan
masa lalu

sebab,
di sepanjang daun-daun gugur dalam catatan puisiku ; kaulah magma yang bergolak
di antara desingan sejarah perlawanan bangsamu

Palembang
21 Juni 2025