Karya : Elga Elfira M.Pd
–
Di bilik sunyi, ku genggam pena, Menulis nasib dengan jari gemetar. Sebuah janji, sebuah harapan merana, Di atas kertas, sebuah suara terdampar.
Suara itu, harusnya ombak kebebasan, Menghempas tirai, merobohkan sekat. Namun nyali menciut, diserang keraguan, Kala bayang penguasa tegak mengancam.
Lidah kelu, terpatri ketakutan, Kata-kata tertelan, menjadi bisu. Padahal hakikatnya, kita adalah tuan, Di negeri yang bernama demokrasi palsu.
Kotak suara itu saksi bisu, Dari bisik yang takut berteriak lantang. Sebab gema rakyat, kini jadi semu, Takut dicap durhaka, lalu dibuang.
Oh, penguasa, dengarkanlah hati nurani, Bukan hanya janji manis di panggung hampa. Sebab suatu hari, meski kini sunyi, Gema yang terbungkam, akan meledak jua.
Padang , 15 Oktober 2025
Profil Penulis
Elga Elfira, S.Kom, M. Pd, perempuan kelahiran kota Jakarta, 08 Juni 1984. Penulis menyelesaikan kuliah S1 Ilmu Komputer di Universitas Putra Indonesia (2005). Lalu melanjutkan kuliah S2 Program keahlian Teknologi Pendidikan, Universitas Negeri Padang (2025). Awal Karier penulis dimulai dari mengajar di SMP N 1 Payakumbuh tahun 2009-2015, kemudian mengajar di SMK N 6 Padang pada program keahlian Teknik Komputer Jaringan hingga sekarang