Gus Ipul Puji Sinergi Pemda, Dorong Akselerasi Sekolah Rakyat untuk Anak Miskin
SuaraAnakNegeri April 24, 2025Laporan : Budidarma
–
Jakarta,Suara Anak Negeri News.Com, — Menteri Sosial Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, menyampaikan apresiasi tinggi terhadap peran aktif pemerintah daerah dalam mendukung realisasi program Sekolah Rakyat—sebuah inisiatif pendidikan yang ditujukan untuk anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.
Apresiasi tersebut disampaikan Gus Ipul saat melakukan peninjauan langsung terhadap pelaksanaan Desk Sekolah Rakyat di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta Selatan, Rabu (23/4).
“Alhamdulillah, saya melihat ada semangat dari daerah untuk mengikuti informasi dan menindaklanjuti seluruh syarat yang diperlukan,” ujar Gus Ipul dalam keterangannya, Rabu(23/4/2025).
Program Desk Sekolah Rakyat digelar selama lima hari, terbagi dalam dua tahap: 16–17 April dan 21–23 April 2025. Sebanyak 282 pemerintah daerah dari tingkat provinsi hingga kabupaten/kota, serta tiga perguruan tinggi UIN Sumatera Utara, Universitas Negeri Surabaya, dan Universitas Brawijaya terlibat aktif dalam kegiatan konsultatif tersebut.
Kegiatan desk menjadi ruang diskusi intensif antara pemerintah pusat dan daerah terkait teknis pelaksanaan Sekolah Rakyat. Mulai dari penyediaan lahan, pengurusan perizinan, hingga rekrutmen guru dan siswa serta pemenuhan sarana dan prasarana, seluruhnya dibahas secara mendalam. Hasil konsultasi akan menjadi pijakan untuk menentukan lokasi-lokasi baru Sekolah Rakyat yang akan segera dioperasikan.
“Hasil desk ini akan kami tindak lanjuti melalui rapat koordinasi, untuk menetapkan daerah-daerah yang siap masuk tahap pertama serta titik-titik lokasi yang memungkinkan memulai proses belajar-mengajar tahun ini,” lanjut Gus Ipul.
Diketahui, lebih dari 500 calon kepala sekolah telah dinyatakan memenuhi kriteria berdasarkan rekomendasi dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pemerintah juga telah mempersiapkan pembukaan rombongan belajar (rombel) tambahan pada tahun depan.
Tak hanya itu, pembangunan fasilitas pendukung seperti asrama siswa, hunian guru, dan sarana olahraga ditargetkan dimulai di 200 titik awal. Setiap titik dirancang mampu menampung hingga 1.000 siswa.
Gus Ipul turut mengapresiasi penyesuaian kebijakan dari pihak pemda dalam mendukung program ini, salah satunya terkait penambahan luas lahan minimum yang sebelumnya 5 hektare menjadi 7 hektare. Penambahan ini diperlukan untuk menampung seluruh fasilitas penunjang seperti ruang belajar, asrama, dan arena kegiatan ekstrakurikuler.
Target besar pun dicanangkan: 200 Sekolah Rakyat siap dibangun dalam waktu dekat. Beberapa di antaranya bahkan ditargetkan dapat mulai beroperasi pada tahun ini, di luar 53 cikal bakal Sekolah Rakyat yang saat ini tengah dimatangkan.
Program Sekolah Rakyat merupakan hasil sinergi lintas kementerian, melibatkan Kementerian Sosial, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian ATR/BPN, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Kementerian Agama.
“Dengan kolaborasi yang kuat dan komitmen dari berbagai pihak, saya optimistis Sekolah Rakyat akan menjadi solusi nyata mengatasi kesenjangan akses pendidikan, terutama bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu,” pungkas Gus Ipul.