Hangatnya Sambutan Pastor Ponsianus untuk Pimpinan ALMA di Saumlaki: “Tuhan Hadir Lewat Cinta bagi Anak-Anak Tanimbar”
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | SAUMLAKI – Sabtu pagi yang cerah, 17 Mei 2025, halaman Panti Asuhan Bhakti Luhur di Jalan Soekarno, Kelurahan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, dipenuhi senyum antusias.
Di antara deretan anak-anak asuh yang berbaris rapi, tampak Romo Ponsianus Ongirwalu, Vikaris Episkopal untuk Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan Maluku Barat Daya, menyambut rombongan tamu istimewa: Pemimpin Umum ALMA (Asosiasi Lembaga Misionaris Awam) Puteri, Suster Sisilia Suratmi, didampingi Romo Benediktus Adi Sapto Widodo (Pembimbing Rohani ALMA), serta para anggota dewan ALMA lainnya.

Bagi Bhakti Luhur, kedatangan pimpinan tertinggi ALMA bukan sekadar kunjungan seremonial.
“Mereka hadir demi anak-anak terlantar, yatim piatu, dan penyandang disabilitas, di sinilah wajah Tuhan sungguh tampak,” tutur Romo Ponsianus kepada media ini, yang sarat keharuan.
Cinta yang Melampaui Batas
Di Saumlaki, banyak anak hidup tanpa dukungan orang tua atau fasilitas memadai.

ALMA, singkatan dari Asosiasi Lembaga Misionaris Awam, turun tangan lewat para suster yang mendedikasikan hidupnya bagi yang “kecil, lemah, miskin, tersingkir, dan difabel”.
Kehadiran mereka, kata Romo, “menegaskan bahwa setiap anak berhak mendapatkan kasih, perhatian, serta kesempatan setara dengan yang lain.”
Pesan untuk Tanimbar dan Seisi Nusantara
Di hadapan anak-anak, staf panti, dan tokoh masyarakat yang hadir, Romo Ponsianus menyampaikan rasa terima kasih mendalam:

“Terima kasih atas kunjungan yang meneguhkan kami. Kehadiran Suster-suster ALMA membisikkan bahwa Tuhan sungguh mencintai tanah Tanimbar ini.”
Apresiasi itu juga disertai ajakan luas, Gereja, tegasnya, tak boleh berhenti pada lingkup internal. “Pelayanan ini bukan hanya bagi umat Katolik, tetapi bagi seluruh kemanusiaan di Tanimbar. Anak lumpuh, tuna netra, siapa pun yang terpinggirkan, gereja harus ada untuk mereka.”
Mengangkat Martabat, Menyulut Semangat
Bagi Pastor Ponsianus, visitasi ini adalah titik tolak, Ia berharap kehadiran ALMA menggugah lebih banyak pihak, pemerintah, lembaga swasta, dan warga lokal, untuk turut memikul tanggung jawab kemanusiaan.

“Kami ingin setiap anak, apa pun kondisinya, merasakan dihargai dan bermartabat, inilah cara kita menyalakan terang Kristus di dunia.”ujarnya.
Seiring alunan lagu sambutan yang dinyanyikan anak-anak panti, rombongan tamu melangkah masuk.
Pelukan hangat, doa syukur, dan canda kecil memenuhi ruangan, sebuah potret sederhana, tetapi sarat makna: di Tanimbar, kasih tak mengenal batas.