Hari Guru: Lentera di Ujung Senja
Oleh : Rika Puji L)*
–
Guru, kau adalah nyala kecil di dalam lorong gelap,
pelita yang meretas sunyi, memecah kebekuan malam.
Di pundakmu terhampar beban rindu akan cahaya,
kau titipkan masa depan dalam lembar-lembar yang kau bacakan.
Di pagi buta, kau berdiri di depan papan tulis,
melukis huruf-huruf kehidupan,
membingkai dunia di balik kata,
menggurat peta untuk setiap jiwa kecil yang kau temui.
Lelahmu jarang terlihat,
meski langkahmu kadang terantuk waktu.
Kau sembunyikan segala resah,
agar senyum anak-anak tetap penuh asa.
Namun, adakah yang tahu getir hatimu?
Tentang janji-janji yang tak selalu ditepati,
tentang penghargaan yang hanya jadi bayang-bayang,
tentang cita-cita yang kau tanamkan tapi tak selalu berbuah.
Seorang siswa pernah bertanya,
“Apakah menjadi guru berarti menyerahkan mimpinya sendiri?”
Kau hanya tersenyum, menatap ke jendela,
dan menjawab, “Mimpiku adalah melihatmu terbang lebih tinggi.”
Hari ini, Hari Guru.
Hari untuk mengenang tanganmu yang sabar,
ucapanmu yang menjadi mantra penyembuh,
dan tatapanmu yang menyala dengan cinta.
Tapi, lebih dari sekadar hari,
kau adalah sejarah.
Kau menanam abadi dalam waktu,
menjadi lentera di ujung senja,
menyinari jalan bagi mereka yang akan menggantikan dunia.
Catatan Esai:
Hari Guru bukan sekadar perayaan; ia adalah pengingat.
Pengingat bahwa pendidikan bukan hanya tanggung jawab seorang guru,
melainkan sebuah simfoni yang harus kita mainkan bersama.
Guru, dalam diamnya, adalah pahlawan tanpa medali,
membangun bangsa tanpa meminta nama terukir di batu nisan.
Rika Puji L)* Adalah Kreator Cerdas AI Desa Doplang Kec. Jati, Kab. Blora, Jawa Tengah