Helm Hijau di Aspal Hitam
Era Nrza
–
Di depan gedung DPR
klakson ojol berubah jadi teriakan
bukan lagi panggilan order
tapi panggilan keadilan
Ratusan jaket hijau berdiri
menyatu dengan debu jalanan
menjadi barisan suara
yang terlalu lama diabaikan
Lalu sebuah mobil Brimob melintas
bukan sekadar melintas
roda besi itu menindih satu nyawa
seorang ayah, seorang kawan
seorang pejuang rejeki yang hanya ingin pulang
membawa nasi untuk anaknya
Helm hijau itu terguling
berdarah di aspal hitam
Mesin motornya terdiam
tapi jerit kawan-kawannya justru membahana:
“Apakah nyawa ojol semurah tarif promo?”
Gedung DPR tetap berdiri kaku
jendelanya memantulkan kemarahan
tapi tak ada wajah wakil rakyat yang muncul
Hanya pagar besi dan tameng polisi
yang menjawab tangis dengan diam
menjawab luka dengan barikade
Indonesia
lihatlah:
ojol yang biasa mengantarkanmu makanan
hari ini mengantarkan kabar duka
Ia pergi bukan karena kecelakaan
tapi karena negara terlalu gagap
mendengar suara rakyat
Dan di jalan itu
di antara spanduk, teriakan, dan air mata,
kita belajar satu hal:
demokrasi bisa berhenti bernafas
bila nyawa manusia
terlalu mudah tergilas roda kekuasaan
Helm hijau itu kini sunyi di aspal
tapi suaranya akan tetap hidup
di dada mereka yang menolak lupa
Padang, Agustus 2025