February 12, 2026

Iman dan Kepedulian Membawa Kehidupan: Pesan Pagi Pastor Pius Heljanan, MSC

 

Oleh : Joko

Renungan Pagi dari Desa Lauran

http://suaraanaknegerinews.com. | Saumlaki, Senin pagi, 7 Juli 2025 – Dalam suasana yang damai dan penuh refleksi di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, sebuah pesan spiritual menggugah kembali makna sejati iman dan kepedulian terhadap sesama.

Pastor Pius Heljanan, MSC, yang saat ini melayani sebagai Kuasi Paroki di Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, menyampaikan sebuah renungan penuh harapan yang bersumber dari Injil Matius 9:18–26.

Renungan ini mengangkat peristiwa kebangkitan anak kepala rumah ibadat dan kesembuhan perempuan yang mengalami pendarahan selama dua belas tahun.

“Datanglah, Maka Ia Akan Hidup”

Dalam pesan singkat yang sarat makna tersebut, Pastor Pius menekankan bahwa iman dan kepedulian bukan sekadar konsep spiritual, melainkan kekuatan nyata yang mampu membangkitkan kembali harapan hidup seseorang.

“Saudaraku, ada anak Tuhan yang masih ragu pada kuasa Yesus. Masih mempertanyakan faedah dari peduli kepada sesama,” tulis Pastor Pius dalam renungan paginya.

“Yesus hadir menunjukkan kepedulian-Nya kepada manusia. Kisah dalam Injil menjadi bukti bahwa iman dapat menghidupkan kembali yang mati dan menyembuhkan yang sakit.”

Iman Bukan Sekadar Keyakinan, Tapi Aksi Nyata

Lebih lanjut, Pastor Pius menyampaikan bahwa di tengah kehidupan yang penuh tantangan, masih banyak orang yang ‘mati’ secara rohani, terpuruk dalam kesedihan, kehilangan harapan, atau terluka karena kehidupan. Dalam kondisi seperti itu, kehadiran orang lain yang memiliki iman dan peduli sangat dibutuhkan.

“Dirimu Tuhan pakai untuk membangkitkan orang dari keterpurukan, kesedihan, dan kehilangan harapan,” ujar Pastor Pius.

“Mujizat dapat terjadi karena iman dan kepedulianmu pada sesama.”sambungnya.

Pesan Harapan untuk Umat dan Masyarakat

Renungan ini tidak hanya menyentuh hati umat Katolik di Paroki Lauran, tetapi juga menjadi pengingat universal bahwa dalam kehidupan sosial, setiap individu memiliki peran untuk saling membangkitkan.

Dalam dunia yang semakin cepat dan individualistis, pesan ini menjadi oase spiritual yang mengajak setiap orang untuk hadir bagi orang lain.

“Iman tanpa kepedulian adalah kosong. Namun, iman yang disertai tindakan kasih bisa mengubah hidup seseorang,” demikian penutup dari refleksi yang disampaikan oleh Pastor Pius Heljanan, MSC.