April 25, 2026

Iman yang Tak Pernah Sia-Sia: Renungan Hari Raya Bersama Pastor Pius Heljanan, MSC

Oleh : Johanis Kopong

Saumlaki, Selasa Pagi, 24 Juni 2025 — Suasana pagi di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, terasa damai dan penuh pengharapan. Dari mimbar Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran, Pastor Pius Heljanan, MSC, selaku Kuasi Paroki, menyampaikan pesan rohani dalam perayaan Hari Raya Kelahiran Santo Yohanes Pembaptis yang sarat makna bagi umat Katolik setempat.

Keteladanan Zakharia dan Elisabet: Doa yang Tidak Pernah Sia-sia

Mengawali renungannya, Pastor Pius mengajak umat untuk merenungkan kisah Zakharia dan Elisabet, dua pribadi dalam Kitab Suci yang lama menanti kehadiran seorang anak dalam hidup rumah tangga mereka. Di tengah usia yang sudah lanjut, mereka tetap setia beriman, meski tampak seolah Tuhan diam atas permohonan mereka.

“Ada orang beriman yang kecewa, hilang harapan, dan merasa doanya sia-sia. Tetapi lihatlah Zakharia dan Elisabet. Ketaatan dan kesetiaan mereka justru menjadi jalan Allah untuk menyatakan karya-Nya melalui kelahiran Yohanes Pembaptis,” tutur Pastor Pius dalam khotbahnya.

Melalui peristiwa itu, Allah menunjukkan bahwa tiada doa yang sia-sia. Setiap kerinduan dan pengharapan umat beriman akan dijawab Tuhan tepat pada waktu-Nya, dengan cara dan rahmat yang jauh lebih indah dari yang kita bayangkan.

Tetap Beriman, Tetap Berdoa, Tetap Berharap

Pastor Pius menegaskan bahwa iman harus diiringi dengan kesetiaan dan pengharapan, bahkan ketika jawaban Tuhan tampak tertunda. Sebab, Allah selalu menyimpan kejutan rahmat di balik kesetiaan umat-Nya.

“Milikilah harapan sebagai orang beriman. Tiada doa yang sia-sia. Tuhan akan menjawab doamu pada saat yang tepat. Ia akan membuatmu bahagia dengan pemberian-Nya,” ungkapnya, mengutip perikop Injil Lukas 1:57-66.80.

Pesan ini disampaikannya bukan hanya sebagai ajakan rohani, tetapi juga sebagai pengingat bahwa ketaatan sejati melahirkan sukacita, sebagaimana terjadi pada Zakharia dan Elisabet yang akhirnya dikaruniai Yohanes Pembaptis, sang pembuka jalan bagi Sang Mesias.

Peneguhan Iman Umat di Tengah Kehidupan

Melalui refleksi singkatnya, Pastor Pius berharap umat Katolik di Kuasi Paroki Gereja Hati Kudus Yesus Lauran tetap setia dalam iman, walau menghadapi berbagai pergumulan hidup. Sebab setiap doa, sekecil apapun, akan mendapat perhatian dari Allah yang penuh kasih.

“Semoga ketaatan dan ketekunan kita dalam iman selalu berbuah sukacita sejati, seperti yang dialami Zakharia dan Elisabet,” tutup Pastor Pius dalam sapaan hangatnya kepada umat.

Renungan ini merupakan bagian dari pembinaan rohani harian di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran yang diasuh langsung oleh Pastor Pius Heljanan, MSC, sebagai upaya meneguhkan iman umat di pelosok Kepulauan Tanimbar.