April 25, 2026

Melalui Doa Santo Fransiskus, RD Ponsianus Ongirwalu Tanamkan Jiwa Damai pada Anak-Anak Pelayan Altar

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki – Suasana sejuk dan penuh damai terasa menyelimuti Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa pagi, 24 Juni 2025.

Misa harian yang dipimpin langsung oleh Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, menjadi bagian dari rangkaian Novena Hari ke-7 menjelang pesta Hati Kudus Yesus.

HKY Pung Carita: Berbagi Kasih Lewat Aksi Kecil Penuh Arti

Usai perayaan Ekaristi, suasana gereja tak langsung sepi. Sebaliknya, keceriaan menyelimuti wajah-wajah muda para Lektor, Akolit, dan Pemazmur cilik yang rutin melayani di altar Tuhan. Mereka adalah generasi hebat yang dibentuk untuk mencintai tugas pelayanan sejak dini.

Dalam kesempatan itu, Pastor Ongirwalu bersama tim paroki berbagi semangat dan motivasi kepada anak-anak ini.

Tak sekadar lewat kata-kata, namun juga dalam bentuk perhatian nyata berupa buku tulis dan uang transportasi kecil sebagai tanda cinta kasih, hasil intensi Misa pagi itu.

“Kami bersyukur bisa menemani dan memotivasi anak-anak hebat ini untuk terus melayani Tuhan lewat tugas-tugas kecil mereka di gereja. Semoga mereka tetap setia dalam panggilan ini,” ujar RD Ponsianus penuh harap.

Doa Santo Fransiskus Asisi: Bekal Damai untuk Generasi Pelayan

Pada momen tersebut, anak-anak diajak untuk mendaraskan indahnya Doa Santo Fransiskus Asisi — sebuah doa agung tentang kerendahan hati, perdamaian, dan kasih yang tulus:

“Tuhan, jadikanlah aku pembawa damai-Mu.
Bila terjadi kebencian, jadikanlah aku pembawa cinta kasih.
Bila terjadi penghinaan, jadikanlah aku pembawa pengampunan.
Bila terjadi perselisihan, jadikanlah aku pembawa kerukunan.
Bila terjadi kebimbangan, jadikanlah aku pembawa kepastian.
Bila terjadi kesesatan, jadikanlah aku pembawa kebenaran.
Bila terjadi kecemasan, jadikanlah aku pembawa harapan.
Bila terjadi kesedihan, jadikanlah aku sumber kegembiraan.
Tuhan, semoga aku lebih ingin menghibur daripada dihibur, memahami daripada dipahami, mencintai daripada dicintai.
Sebab dengan memberi kami akan menerima, dengan mengampuni kami akan diampuni.
Dengan mati suci kami bangkit lagi untuk hidup selama-lamanya. Amin.”

Doa ini menjadi bekal rohani yang bermakna, agar para pelayan cilik ini tak sekadar menjalankan tugas liturgis, tetapi juga menjadi duta damai di tengah kehidupan sehari-hari.

Terima Kasih Para Pemerhati Pendidikan

Ucapan terima kasih tak lupa disampaikan kepada para pemerhati pendidikan dan semua pihak yang telah turut mendukung kegiatan ini melalui perhatian dan bantuan sederhana namun bermakna.

“Tuhan memberkati selalu semua yang telah peduli akan tumbuh kembang anak-anak pelayan altar ini. Semoga mereka kelak menjadi pribadi-pribadi unggul yang tak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berhati mulia,” ungkapnya.

Acara diakhiri dengan salam sukacita penuh kekeluargaan “Ubilaa Norang Ita Didtinemun, Kida Bela, Syalom, Salve.”