April 21, 2026

Kabar Terkini, Sri Mulyani Bakal Mengajar di Universitas Oxford

sri mulyani

Laporan Yohanes Liestyo Poerwoto

JAKARTA – suaraanaknegerinews.com| Sri Mulyani bakal mengajar dalam program World Leaders Fellowship di Blavatnik School of Government, Universitas Oxford, Inggris, setelah tidak lagi menjabat sebagai Menteri Keuangan (Menkeu).

Dikutip dari laman resminya, sosok yang akrab disapa Ani ini akan mengajar selama satu tahun, mulai pada tahun 2026. Sri Mulyani akan membagikan pengalamannya terkait karakter pemimpin global kepada mahasiswa dan alumni.

“Program fellowship ini dirancang untuk para pemimpin global yang sedang beralih dari memimpin negara mereka ke tahap berikutnya dalam perjalanan kepemimpinan publik mereka. Sri akan memiliki kesempatan untuk berbagi pengetahuannya dengan para pemimpin global saat ini dan masa depan melalui pembimbingan mahasiswa dan alumni, mengumpulkan para pemimpin global, serta mengeksplorasi pendekatan inovatif dalam pemerintahan,” tulis Universitas Oxford, dikutip pada Rabu (10/12/2025).

Sri Mulyani pun merasa terhormat dapat membagikan ilmunya di Universitas Oxford. Ia berharap ilmu yang dibagikannya dapat berkontribusi bagi para calon pemimpin dunia di masa mendatang.

“Merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk bergabung dengan Blavatnik School of Government sebagai World Leaders Fellow di Universitas Oxford. Saya berharap dapat berkontribusi secara berarti bagi komunitas ini, berbagi pengalaman sambil terus belajar, serta mendukung generasi berikutnya para pembuat kebijakan saat mereka bersiap untuk memimpin dengan integritas, kompetensi, dan martabat dalam lingkungan yang semakin kompleks,” katanya.

Dekan Blavatnik School of Government, Universitas Oxford, Ngaire Woods, mengaku senang karena Sri Mulyani bersedia membagikan ilmunya. Ia berharap para mahasiswa dapat menyerap pengetahuan dari sosok kelahiran Bandar Lampung tersebut.

“Kami sangat senang bahwa Sri Mulyani bergabung dengan Blavatnik School untuk berbagi pengalamannya yang luas dalam kebijakan ekonomi global. Mahasiswa kami berasal dari lebih dari 60 negara di seluruh dunia untuk mengasah keterampilan mereka dalam pelayanan publik, termasuk jabatan publik, dan saya sangat senang bahwa mereka akan memiliki kesempatan untuk belajar darinya,” ujarnya.

Sri Mulyani Indrawati lahir di Bandar Lampung, 26 Agustus 1962. Ia merupakan lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia pada tahun 1986. Ani kemudian melanjutkan studi magisternya di Fakultas Kebijakan Ekonomi University of Illinois, Amerika Serikat, dan lulus pada tahun 1990. Dua tahun kemudian, ia meraih gelar doktoral.

Kariernya di dunia ekonomi bermula ketika ia terpilih menjadi Executive Director International Monetary Fund (IMF) untuk kawasan Asia Tenggara pada tahun 2002. Tiga tahun berselang, Sri Mulyani ditunjuk oleh Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai Menteri Keuangan.

Kebijakannya dalam sektor ekonomi makro dan fiskal membuatnya dinobatkan sebagai Menkeu terbaik Asia pada tahun 2006 oleh Emerging Markets Forum. Penobatan itu dilakukan saat Sidang Tahunan Bank Dunia dan IMF di Singapura. Pada tahun 2008, ia juga menempati posisi ke-23 sebagai wanita paling berpengaruh di dunia versi majalah Forbes dan peringkat kedua wanita paling berpengaruh di Indonesia versi majalah Globe Asia. Di tahun yang sama, ia sempat menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Menteri Koordinator Bidang Perekonomian menggantikan Boediono yang terpilih menjadi Gubernur Bank Indonesia (BI).

Dua tahun berselang, ia melepaskan jabatannya sebagai Menkeu setelah diminta menjadi Direktur Pelaksana World Bank. Di masa pemerintahan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), Sri Mulyani kembali menjabat Menkeu dan dilantik pada 27 Juli 2016.

Prestasi demi prestasi kembali diraih Sri Mulyani, di antaranya Best Minister in the World dalam World Government Summit 2018 di Dubai, Qatar. Selain itu, ia juga terpilih sebagai Finance Minister of the Year East Asia Pacific saat IMF–World Bank Group Annual Meetings di Bali. Setahun kemudian, ia kembali dinobatkan sebagai Menkeu terbaik di Asia Pasifik versi majalah FinanceAsia.

Di era pemerintahan Jokowi jilid dua, dirinya kembali ditunjuk menjadi Menkeu. Pada masa pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, Sri Mulyani kembali dipercaya sebagai bendahara negara. Namun, pada 8 September 2025, ia menjadi salah satu menteri yang terkena reshuffle. Jabatannya sebagai Menkeu kemudian digantikan oleh mantan Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Purbaya Yudhi Sadewa.