Kangen dan Kata Tanya
Yusufachmad Bilintention
Kuberdiri di antara dua gerbang,
Cahaya menyatu dalam bayang,
Pintu-pintu membuka lembaran kenang,
Gerbang warna-warni menari di relung sayang.
Rindu ini melukis tiap tanya,
Kapan kangen itu menjelma,
Akankah reda seiring waktu?
Siang, saat mentari menyala,
Malam, kala bulan bundar sempurna.
Siang dan malam adalah nadiku,
Mengalir deras dalam rindu.
Kata tanya “kapan”
Tak bertepi,
Tak terjawab meski waktu berlari.
Pertanyaan itu tak pernah usai,
Menggapai jawaban yang tersembunyi.
Inilah rinduku padamu,
Antara tanya dan simpul sunyi.
Laksana sungai Pegirian yang mengering,
Hausku menyengat rongga dada,
Seperti bayi yang menyusu ibunya,
Tak akan kulepas, sebab rindu tak pernah puas.
Seperti tanya “mengapa” yang tak cukup,
Oh rindu kekasih,
Tak lengkap jika hanya ada jawaban,
Sebab rindu butuh “bagaimana”,
Tak sekadar “mengapa” yang menggantung.
Surabaya, 20 Agustus 2021
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly