April 19, 2026

Karya Buku Tunggalnya Masuk 10 Nomine Nasional, Idra Putri Ukir Jejak Emas Literasi dan Terima Penghargaan Adi Acarya Awards 2026

IMG-20260401-WA0053

Padang, Suara Anak Negeri — Dari ruang kelas sederhana di MTsN 1 Kota Padang, lahir sebuah karya yang kini menggema di panggung nasional. Idra Putri, S.S., M.Pd., seorang guru Bahasa Indonesia yang dikenal tekun dan bersahaja, sukses menorehkan prestasi luar biasa dengan masuk dalam 10 besar Nomine Karya Buku Tunggal Terbaik Nasional 2026 pada ajang prestisius Adi Acarya Awards 2026.

Karya monumental berjudul“Diferensiasi dalam Pengajaran Bahasa: Mengakomodir Beragam Gaya Bahasa” yang ia tulis bukan sekadar buku akademik biasa. Buku tersebut merupakan refleksi pemikiran mendalam, pengalaman panjang di dunia pendidikan, serta kegelisahan intelektual terhadap praktik pembelajaran yang belum sepenuhnya berpihak pada keberagaman gaya belajar siswa.

Penghargaan ini rencananya akan diserahkan di Surakarta, sebuah kota yang sarat sejarah dan kerap menjadi saksi lahirnya karya-karya besar bangsa.

Dari Tugas Kuliah Menjadi Karya Nasional

Idra Putri menuturkan, Siapa sangka, buku yang kini mengantarkan namanya ke panggung nasional itu awalnya hanya disusun sebagai tugas akademik dalam program doktoral di Universitas Negeri Padang.

“Tidak pernah terlintas sebelumnya bahwa karya ini akan sampai ke tahap ini. Saya hanya ingin menyelesaikan tanggung jawab akademik, tetapi ternyata Allah memberi jalan yang lebih indah,” tutur Idra Putri dengan penuh haru.

Buku tersebut diterbitkan melalui program literasi Nyalanesia dengan ISBN resmi, tanpa ekspektasi akan mengikuti seleksi nasional. Namun, kualitas gagasan, kekuatan analisis, serta relevansi tema yang diangkat menjadikannya mampu menembus seleksi ketat dari ribuan karya penulis se-Indonesia.

Sosok yang Tak Asing di Mesin Pencarian

Nama Idra Putri kini bukan lagi sekadar dikenal di lingkungan madrasah atau Sumatera Barat. Jejak digitalnya mulai ramai menghiasi berbagai platform, artikel, hingga publikasi ilmiah. Berbagai tulisannya baik esai, artikel pendidikan, hingga karya sastra telah banyak beredar dan menjadi rujukan, memperlihatkan konsistensinya sebagai akademisi sekaligus praktisi literasi.

Di berbagai publikasi, ia dikenal sebagai figur yang aktif mengampanyekan gerakan literasi di kalangan guru madrasah. Gagasannya tentang pembelajaran bahasa yang inklusif dan adaptif menjadi salah satu kontribusi penting dalam pengembangan pendidikan berbasis diferensiasi di Indonesia.

Perjalanan Sunyi yang Berbuah Gemilang

Lahir di Tanjung Bonai, 23 Juli 1979, Idra Putri menjalani perjalanan panjang yang tidak selalu mudah. Dari bangku SD Inpres Situgar hingga menapaki jenjang doktoral, ia menempuh semuanya dengan tekad dan disiplin tinggi.

Kariernya dimulai dari guru honorer, wartawan media cetak, hingga reporter radio sebuah perjalanan yang membentuk kepekaan bahasa dan kekayaan perspektif dalam setiap tulisannya. Dunia jurnalistik yang pernah ia geluti menjadi fondasi kuat dalam membangun gaya bahasa yang hidup, komunikatif, dan menyentuh.

Kini, sebagai Wakil Kepala Bidang Kurikulum, ia tidak hanya mengelola sistem pembelajaran, tetapi juga menjadi motor penggerak perubahan budaya literasi di madrasah.

Produktivitas yang Tak Pernah Surut

Idra Putri dikenal sebagai penulis yang sangat produktif. Karya-karyanya mengalir dari berbagai genre puisi, cerpen, novel, hingga esai pendidikan. Setiap karyanya membawa napas reflektif yang kuat, menyuarakan pengalaman perempuan, dunia pendidikan, dan dinamika kehidupan.

Beberapa karya pentingnya antara lain:

– Aku Hanya Perempuan Biasa (2019)

– Mencintai Dalam Diam (2021)

– Ambigu (2022)

– Senandung Senja (2023)

– Literasi, Pendidikan Tiada Henti (2024)

– Diferensiasi dalam Pengajaran Bahasa: Mengakomodasi Beragam Gaya Belajar (2025)

– Puluhan Antologi karya bersama penulis nusantara

Selain itu, menjadi puluhan editor buku siswa dan menulis puluhan artikel ilmiah dan esainya telah terbit di berbagai media cetak seperti Padang Ekspres dan Posmetro, serta jurnal nasional bereputasi.

Prestasi yang Konsisten Menanjak

Perjalanan prestasinya menunjukkan grafik yang terus meningkat :

Guru Motivator Literasi Nasional (2021)

100 Guru Madrasah Menulis Nasional (2022)

Juara III Guru Berprestasi Sumbar (2022)

Juara lomba esai nasional berturut-turut (2023–2025)

Kini, puncaknya adalah masuknya ia dalam nominasi nasional Adi Acarya Awards 2026 sebuah pengakuan atas dedikasi panjangnya di dunia literasi.

Kebanggaan yang Menyala dari Madrasah

Kepala MTsN 1 Kota Padang, Isrizal, menyampaikan apresiasi mendalam.

“Ini bukan hanya prestasi individu, tetapi juga kebanggaan bagi madrasah dan Sumatera Barat. Ibu Idra Putri telah menunjukkan bahwa guru madrasah mampu melahirkan karya berkualitas nasional,” ujarnya.

Menulis sebagai Jalan Pengabdian

Bagi Idra Putri, menulis bukan sekadar aktivitas intelektual, melainkan bentuk pengabdian. Ia percaya bahwa tulisan adalah warisan pemikiran yang mampu melampaui batas ruang dan waktu.

Di tengah kesibukannya sebagai pendidik, istri, dan ibu dari dua anak, ia tetap setia menulis menyusun kata demi kata, merangkai gagasan demi gagasan, hingga menjadi karya yang kini diakui secara nasional.

Inspirasi yang Menggetarkan

Keberhasilan Idra Putri adalah bukti nyata bahwa ketulusan dalam berkarya akan menemukan jalannya sendiri. Dari sebuah tugas kuliah sederhana, lahirlah karya yang kini menginspirasi banyak orang.

Ia tidak hanya menulis buku, tetapi juga menulis harapan bahwa dari madrasah, dari daerah, dari kesederhanaan, bisa lahir cahaya yang menerangi Indonesia.

Dan kini, cahaya itu bernama Idra Putri.

Kontributor : Dafril, Tuanku Bandaro