“Kasih dalam Rintik Hujan: RD Ponsianus Ongirwalu dan Anak-Anak Hebat di HKY Olilit Barat”
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Olilit Barat, Kepulauan Tanimbar – Kamis pagi, 5 Juni 2025, langit mendung menyelimuti Desa Olilit Barat. Rintik hujan ringan membasahi halaman Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), namun semangat umat, khususnya anak-anak, tak ikut surut.
Dalam suasana sejuk dan syahdu, Misa Novena Roh Kudus Hari ke-7 berlangsung penuh khidmat, dipimpin oleh Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu.
Di tengah liturgi yang sederhana namun sarat makna, terselip momen yang menghangatkan: sapaan kasih dan ucapan terima kasih dari sang gembala kepada para “anak-anak hebat” yang melayani dengan tulus.
Mereka adalah para misdinar, pemazmur, dan lektor cilik yang setia hadir dalam tugas pelayanan pagi itu.
Doa, Persatuan, dan Kenangan yang Tak Terlupakan
Mengangkat sabda dari Injil Yohanes 17:21 “Aku berdoa… semoga mereka semua menjadi satu” Pastor Ponsianus mengajak umat untuk merenungkan makna mendalam dari kebersamaan.
“Jika persatuan dan kebersamaan itu ada, jagalah sebelum hilang. Sayangilah sebelum pergi, dan hargailah selagi masih bersama,” ucapnya penuh haru.
Ia menambahkan, ada saat di mana kebersamaan akan menjadi kenangan indah yang sulit diulang, namun akan selalu hidup dalam hati.
Pesan ini bukan hanya ditujukan kepada umat dewasa, tetapi juga kepada para anak-anak yang hadir. Sebab, menurut RD Ponsianus, anak-anak adalah teladan dalam kemurnian hati dan semangat pelayanan yang tulus.
Anak-Anak Hebat, Hadiah Terindah Gereja
Dengan penuh kasih, Pastor Ponsianus menyebut para pelayan liturgi cilik itu sebagai “anak-anak hebat”.
Bukan tanpa alasan, di tengah rutinitas sekolah dan dunia anak-anak yang penuh keceriaan, mereka tetap meluangkan waktu untuk melayani Tuhan.
“Terima kasih anak-anak hebat, atas semangat doamu dan pelayananmu. Kalian memberi inspirasi, bukan hanya bagi imammu, tapi juga bagi orang tua dan seluruh umat Allah,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Sebagai bentuk syukur dan cinta, RD Ponsianus tak segan memberikan sedikit berkat dalam bentuk sederhana, uang jajan untuk dibawa ke sekolah. Bagi sang imam, kebahagiaan anak-anak juga adalah bagian dari pewartaan kasih Tuhan.
Dalam Rintik Hujan, Gereja Tumbuh dalam Kasih
Misa pagi itu menjadi bukti bahwa pelayanan bukan sekadar rutinitas, tetapi perjumpaan dengan kasih yang hidup. Hujan tak mampu menghapus semangat. Justru di tengah gerimis, kehangatan iman dan kasih persaudaraan semakin terasa.
Melalui gerakan kecil, suara lembut doa anak-anak, dan pelukan kasih dari seorang gembala, Gereja HKY Olilit Barat kembali menunjukkan wajah Gereja yang ramah, terbuka, dan penuh harapan.
“Ya Tuhan, Engkau adalah Gembala yang Baik. Kepada-Mu, kupercayakan hidupku dan hidup anak-anak hebat ini. Selamanya, kami akan tetap mengikuti-Mu,” demikian doa penutup sang Pastor.
Salve, dari Olilit Barat untuk Dunia
Dari sudut kecil Kepulauan Tanimbar, pesan kasih dan persatuan bergema: rawatlah kebersamaan, karena di dalamnya hadir wajah Allah yang menyatukan dan menghidupkan.
Dan hari itu, di bawah langit yang mendung, para anak-anak hebat menjadi saksi nyata: bahwa Gereja hidup, bertumbuh, dan berjalan bersama anak-anaknya.