“Kasih yang Menjangkau Hingga Ujung Dunia” Pesan RD. Domincs Baldawins Masriat dari UST Manila
Oleh : joko
Kasih dan Keteguhan Iman RD. Domincs Baldawins Masriat, bangga Memikul Salib: Pesan Sejenak Sabda dari UST Manila
Di jantung kota Manila, doa dan pesan kasih dari putra Tanimbar mengalir ke seluruh penjuru, RD. Domincs Baldawins Masriat mengingatkan bahwa sukacita iman harus bertahan bahkan dalam penderitaan.
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Senin, 11 Agustus 2025 — Matahari pagi menyinari halaman Central Seminary, University of Santo Tomas (UST), Filipina. Suara burung gereja berpadu dengan dentingan lonceng dari menara seminari, memanggil para mahasiswa calon imam untuk memulai hari.
Di salah satu ruang doa yang sunyi, RD. Domincs Baldawins Masriat, putra asli Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, berdiri tegak dengan wajah penuh damai.
Sebagai pastor mahasiswa di UST Manila, ia memimpin permenungan Sejenak Sabda dengan keteduhan yang mampu meresap hingga ke relung hati hadirin.
Kasih yang Tidak Memilih Wajah
Dalam permenungannya, RD. Domincs membuka dengan bacaan liturgi hari itu: Ul 10:12-22 dan Injil Matius 17:22-27, bertepatan dengan Peringatan Wajib Santa Klara, Perawan.
“Pertama,” ujarnya, “Tuhan telah mengasihi dan menyelamatkan kita dengan berbagai cara, bahkan melalui orang-orang yang baru kita kenal. Maka, tunjukkanlah kasihmu kepada semua orang, terutama orang asing, miskin, dan terpencil.”
Suasana ruangan hening. Kata-kata itu terasa dekat, apalagi ketika ia mengingatkan agar umat tidak melupakan bahwa kita semua pernah menjadi penerima kasih dan pertolongan Allah.
“Allah pernah mencurahkan Roh Kudus kepada sesama untuk menolong kita. Rendah hatilah, selalu bersyukur atas kebaikan-Nya, dan mau mengasihi serta melayani sesama.”ujarnya.
Bangga Memikul Salib
Ia lalu melanjutkan pesan kedua, yang terasa semakin dalam: “Terkadang kita memuji dan memuliakan Yesus hanya ketika memperoleh berkat atau ketika rencana kita berjalan sesuai harapan. Namun, hari ini Injil mengingatkan, kita juga harus bangga memuji Yesus ketika memikul penderitaan salib.”
Suara RD. Domincs menjadi lebih tegas. “Sebagai orang Kristen sejati, kita harus bangga mengalami penderitaan demi kebaikan dan kebenaran. Jangan pernah putus asa atau menyerah mewartakan kebenaran walau harus menderita.”
Di tengah ruang doa, para hadirin terdiam. Ada getar yang tertinggal di udara, seolah setiap kata menjadi nyala kecil yang menguatkan hati.
Doa yang Menyatu dengan Langit Manila
Menutup permenungan, ia mengajak semua yang hadir berdoa: “Ya Allah, berkatilah kami agar kami selalu tergerak untuk menunjukkan kasih-Mu kepada sesama.”
Senyum hangat RD. Domincs mengiringi salam kasih dan doa bagi semua yang hadir dan bagi siapa pun yang kelak mendengar pesan ini.
Dari Manila, suara seorang putra Tanimbar mengalun, membawa pesan kasih yang melintasi lautan, menyentuh hati mereka yang rindu akan damai dan penguatan iman.