Kemdikdasmen Gelar Training of Trainer Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi Guru Pendidikan Menengah Batch 4 Wilayah Timur Indonesia
Laporan: Budidarma
–
Makassar, 22 Mei 2025 — Suara Anak Negeri News.Com,-Dalam upaya memperkuat kompetensi guru dalam menghadapi tantangan Revolusi Industri 4.0 dan era Kecerdasan Artifisial (KA), Direktorat Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Profesi Guru, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah menyelenggarakan kegiatan Training of Trainer (ToT) Calon Pengajar Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Guru Pendidikan Menengah Batch 4.

Kegiatan ini resmi dibuka oleh Staf Ahli Menteri Bidang Teknologi Pendidikan, Ir. Moch Abdul, MS.Ed., Ph.D., yang menyampaikan bahwa penguasaan keterampilan teknologi, terutama dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial, merupakan aspek krusial dalam mendidik generasi masa depan. “Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah merespons secara strategis perkembangan teknologi ini dengan mendorong penguatan kapasitas guru sebagai garda terdepan dalam pembelajaran abad ke-21,” ungkap beliau dalam sambutan pembukaan yang berlangsung di Hotel Four Points by Sheraton Makassar, Kamis (22/5).
Pelatihan ini dirancang sebagai langkah proaktif untuk mempersiapkan guru-guru pendidikan menengah agar mampu mengantarkan pembelajaran berbasis teknologi, khususnya dalam bidang koding dan kecerdasan artifisial. Tidak hanya berfokus pada penguasaan teknis, pelatihan ini juga menekankan pada aspek etis, kritis, dan reflektif dalam penggunaan teknologi di dunia pendidikan.
ToT Batch ke-4 ini menyasar Region Jayapura serta Region Sulawesi dan Maluku, yang meliputi peserta dari beberapa provinsi yang ada di Papua, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Maluku Utara. Para peserta berasal dari unsur Widyaiswara, Pengembang Teknologi Pembelajaran, Widyaprada, dosen, guru, dan praktisi pendidikan yang telah memiliki pengalaman memfasilitasi pelatihan di bidang teknologi pendidikan, khususnya koding dan kecerdasan artifisial.
“Program ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang dalam membangun ekosistem pembelajaran yang adaptif dan inovatif untuk memastikan bahwa pembelajaran koding dan KA tidak hanya berhenti sebagai muatan kurikulum, tetapi menjadi alat transformasi yang mampu memberdayakan peserta didik menghadapi tantangan masa depan,” ujar beliau.
Pelatihan ini juga menjadi sarana untuk membentuk fasilitator-fasilitator yang kelak akan melatih guru-guru lainnya di wilayah masing-masing. Dengan metode pelatihan berjenjang, diharapkan terjadi percepatan distribusi kompetensi di seluruh penjuru tanah air, termasuk wilayah-wilayah 3T (terdepan, terluar, dan tertinggal).
Selama pelatihan, peserta akan dibekali dengan modul-modul pembelajaran terkini, praktik pengembangan proyek berbasis koding dan kecerdasan buatan, serta pendekatan pedagogis yang relevan dengan profil pelajar Pancasila. Pelatihan juga akan mengintegrasikan nilai-nilai etika digital, kolaborasi, dan pemecahan masalah berbasis teknologi.
Kegiatan ToT Batch 4 ini dijadwalkan berlangsung selama lima hari, dan diharapkan menghasilkan fasilitator-fasilitator andal yang siap menjadi motor penggerak dalam implementasi pembelajaran koding dan KA di satuan pendidikan menengah di kawasan timur Indonesia.
Dengan penyelenggaraan kegiatan ini, Kementerian berharap mampu memperkuat posisi Indonesia dalam peta kompetensi digital global, sekaligus memastikan bahwa seluruh anak bangsa memiliki akses yang setara terhadap pendidikan berbasis teknologi yang bermutu.