April 22, 2026

Kepala Sekolah Don Bosco III Minta Pemda Tanimbar Jemput Program Pusat Makan Bergizi Gratis

Oleh; joko

Sr. Maria Magdalena: “Makan Bergizi Gratis Kunci Masa Depan Anak Tanimbar, Harapan Baru Pendidikan di Kepulauan Tanimbar”

Pemda diminta aktif mengajukan dukungan ke pusat demi keberlanjutan program makan bergizi, program ini diyakini mampu mengurangi gizi buruk dan memperkuat ketahanan pangan di wilayah terpencil, kolaborasi pemerintah, sekolah, petani, dan nelayan lokal dinilai penting untuk dampak berkelanjutan.

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Kepulauan Tanimbar — Kepala Sekolah SD Naskat Don Bosco III Saumlaki, Sr. Maria Magdalena Batfian, TMM, mengungkapkan harapannya agar Pemerintah Daerah Kepulauan Tanimbar segera mengambil langkah konkret kepada pemerintah pusat untuk memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat berjalan berkesinambungan.

“Dengan adanya makan bergizi gratis, para siswa lebih siap mengikuti kegiatan belajar mengajar. Jika anak-anak makan kenyang, mereka dapat belajar dengan baik,” ujarnya di ruang kerjanya di Kampung Babar Atas, Saumlaki, Rabu (17/9/25).

Ia menuturkan, banyak siswa berangkat ke sekolah sejak pukul 07.00 WIT tanpa sempat sarapan. Kehadiran program MBG membuat anak-anak lebih bersemangat belajar hingga jam sekolah berakhir.

“Harapan saya, program pemerintah ini terus berjalan agar anak-anak tidak lagi merasa kekurangan,” tambahnya.

Tantangan Gizi dan Pendidikan di Wilayah Terpencil

Kepulauan Tanimbar merupakan salah satu wilayah dengan tantangan besar dalam pemenuhan gizi anak. Faktor geografis seperti jarak antarpulau, distribusi bahan makanan yang tidak merata, dan keterbatasan anggaran daerah kerap menyulitkan keluarga dalam menyediakan gizi seimbang.

Sr. Maria menegaskan, program MBG bukan hanya memberi dampak langsung pada kesehatan dan pendidikan, tetapi juga pada pembentukan karakter generasi muda.

“Program ini turut mendorong pendidikan dan membentuk karakter anak-anak kita. Hasil terbaik untuk Kepulauan Tanimbar bergantung pada kesehatan generasi mudanya,” katanya.

Seruan Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat

Ia berharap Pemda Kepulauan Tanimbar konsisten melaksanakan program yang telah diprioritaskan pemerintah pusat. “Anak-anak dari keluarga kurang mampu sangat terbantu dengan adanya program ini. Jangan sampai berhenti di tengah jalan,” tegas Sr. Maria.

Masyarakat setempat juga menilai bahwa pelaksanaan MBG sebaiknya melibatkan potensi lokal. Petani dan nelayan di Kepulauan Tanimbar dapat menjadi pemasok bahan makanan bergizi, sehingga selain membantu anak-anak sekolah, program ini juga menghidupkan roda ekonomi lokal.

“Jika Pemda berhasil menjemput program ini dan memanfaatkannya secara optimal, upaya mengatasi gizi buruk sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah akan jauh lebih efektif,” demikian penutup Sr. Maria.