May 10, 2026
PASCAL1

Oleh Pascal Tethool

Salve.

Kepercayaan itu mahal, dibangun dengan kerja keras, diinspirasi oleh nilai nilai hidup sederhana, jujur, adil dan mengedepankan kompetensi yg berakar pada “terus belajar” berkreasi dan berinovasi.

Kepercayaan itu akan terus diuji, bukan dengan ketrampilan bernalar, tampilan fisik agamis, rajin beribadah dan bersedekah semata.

Ujian sesungguhnya justru terletak dalam praxis hidup setiap hari, dan apakah kita pantas “dipercayai” tidak terletak pada menurut pikiran dan perasaan kita, namun pada apa yang dirasakan dan dialami sesama di seputar kita, apalagi kata hati dari mereka yang sederhana dan polos, yang sering jadi korban keegoisme sesamanya.

Kepercayaan itu ibarat gelas. Manakala gelas itu telah retak, seberapapun mahal harganya dan tampilannya mewah, tetapi tidak akan digunakan orang lagi, bahkan dibuang pada tempat sampah.

KEPERCAYAAN sesungguhnya terletak pada kedekatan kita dengan Yang Kudus, Tuhan yang Esa, dan kualitas kedekatan kita dengan Tuhan/ kerohanian kita diukur dari sejauhmana kita menjadi saluran kebaikan Tuhan bagi sesama: berlaku jujur dan adil, memberikan hak kepada yang punya, berlaku sopan, menyapa dan menjenguk yang sakit, membantu yang kesulitan.

Saat ini, sering banyak dari kita berlagak baik, beralibi dengan sejuta alasan hebat, berbuat baik demi mendapat lebih banyak, bahkan dengan menipu, memperdayai dan memanfaatkan sesama dengan alasan demi kebersamaan HANYA untuk kepentingan diri sendiri dan keluarga, dan hal ini bukan saja melukai kemanusiaan, tetapi juga Hati Tuhan.

Sejatinya tidak ada kata terlambat untuk kembali ke panggilan setiap manusia, bertobat dan menjadi manusia baru di dalam Tuhan.

Selamat berkarya, selamat melayani Tuhan dengan merawat nilai nilai kemanusiaan universal, dan hidup kita akan penuh sukacita.

Salve