May 10, 2026

Ketika Persahabatan Diuji oleh Uang: Siapa Jujur, Siapa Pecundang

pascal2

Pascal Tethool| Penulis

Salve

Sahabat sejati itu bukanlah mereka yang memiliki banyak PERSAMAAN, bukan pula mereka yang pintar, ramah, tutur bahasanya santun, suka memberi, rajin beribadah dan ikut banyak organisasi.

Tetapi Sahabat sejati adalah mereka yang hadirnya dalam kebersamaan, dalam praxis hidup, pertama dan utama Jujur dan adil, dan jujur dan adil ini terlihat/ diuji ketika ada UANG. Sering masalah mulai muncul ketika kita berhadapan dengan Uang, maka keaslian kita akan terkuak.

Banyak terjadi, dan mungkin anda salah satunya pernah mengalami, tersakiti, dicurangi, dibohongi, ditelikung secara sadis, ketika usaha bersama membuahkan uang, dan anda tidak mendapatkan HAK anda secara fair.

Sejumlah alasan diungkap, seolah dia paling benar dan paling berjasa, dan bahkan anda diposisikan sebagai “orang yang tidak tau berterima kasih”, bila anda meminta yang menjadi Hak anda. Sadis benar.

Sering perilaku “curang/ rakus” ini tidak berhenti pada satu korban. Ia akan terus mencari korban lain, dengan memanfaatkan kelebihan korban, entah ide ide cemerlangnya, relasinya bahkan usahanya yang telah dirintis bertahun tahun lalu dengan peluh lelah.

Caranya sederhana dan kelihatan alamiah, dia mulai berinisiatif membangun persahabatan, entah dengan menyamakan persepsi, entah dengan perbuatan baiknya, misal memimjam uang, traktir makan, dan lain lain. Melalui persahabatan, dia mulai membangun langkah untuk mendapatkan keuntungan sepihak, dengan cara semua kelebihan n prestasi korban, akan “dicurinya” dengan sangat lihainya, dan menjadikannya seolah itu miliknya, usahanya, prestasinya, dan bila ada hasilnya, maka dia merasa paling berhak untuk mendapatkan hasil yang lebih besar, dia yang paling berhak mengatur pembagian keuntungan secara sepihak dan penuh egoisme, dengan alasan yang seolah masuk akal.

Dan bila praktek ini diprotes dengan keras, maka ia akan menarik diri dari persahabatan, seolah dia yang jadi korban, seolah dia tidak nyaman dengan sikap sesamanya, yang “katanya” lebih pentingkan uang daripada kebersamaan. Luar biasa rapinya.

“Pecundang” seperti ini patut diwaspadai. Bisa jadi orang ini secara psikologis, sudah mengidap penyakit serius, egoisme tingkat akut, yang harus diobati oleh psikiater. Ini lebih berbahaya dari penyakit fisik karena orang orang tidak tau dibalik penampilan dan kata kata manisnya, tersembunyi arogansi, kerakusan, egoisme yang akut. Siapa pun, termasuk kaum kerabatnya, pasti akan menjadi korban dari keegoisannya.

Perilaku buruk ini, tidak bisa disembunyikan, karena akan diceritakan dari mulut ke mulut, dan sejumlah kelakuan buruk yang tersembunyi itu akan semakin diketahui banyak pihak. Ternyata orangnya memang suka mengambil keuntungan dari siapa saja yang dekat dengannya.

Bayangkanlah kalau itu terjadi pada anda. Apakah anda mau jadi korban berikutnya? Apakah Anda mau dimanfaatkannya?

Pasti jawabannya TIDAK.

Maka dalam memilih teman, yang perlu diperhatikan: caritaulah lebih dahulu REKAM JEJAK nya. Kalau persahabatan itu disatukan dengan usaha bisnis bersama, maka harus ada Perjanjian tertulis diatas meterai lebih dahulu, agar menghindar dari kecurangan. Dan hindarilah sebisa mungkin menggunakan kemudahan yang ditawarkan, entah uang, jajan dan lain lain, pastikan lebih dahulu apakah pemberian itu ikhlas atau merupakan pinjaman yang harus dikembalikan suatu saat.

Inilah sekedar tips agar anda tidak “dikadalin” dalam persahabatan.

Ingat, sahabat sejati adalah mereka yang memiliki PENGERTIAN terhadap setiap perbedaan, dia yang tau mana hak dan mana kewajiban, dan yang selalu menghamba dan terbiasa jujur dan berlaku adil bagi sesama.

Selamat berenung!

DuGem NgoPi (Duduk Gembel Ngobrol Pikiran)

Salve.