Tausiah Religi
KULIAH SHUBUH
Sabtu, 08 Nopember 2025 .
(17 Jumadil Awwal 1447 H)
Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan
–
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Terlebih dahulu mari kita tingkatkan ketaqwaan kita kepada Allah Ta’ala dengan ketaqwaan yang sebenar – benarnya , yaitu mengamalkan apa yang diperintahkan oleh Allah ﷻ dan rasul-Nya Muhammad ﷺ serta menjauhi apa yang dilarang oleh Allah ﷻ dan Rasul-Nya Muhammad ﷺ .
Jika digambarkan pada hari kiamat dan peristiwa di Padang Mahsyar amatlah mengerikan.
Akan tetapi, ada golongan orang yang tidak akan merasa takut dengan hal tersebut.
Siapa golongan yang tidak takut dengan Padang Mahsyar?
Setelah kiamat, semua ummat manusia akan dikumpulkan di Padang Mahsyar.
Ini sebagaimana diterangkan dalam hadits yang diriwayatkan Imam Muslim dari Sayyidah Aisyah.
Rasulullah ﷺ bersabda:
“Manusia akan dikumpulkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berpakaian dan belum dikhitan.” (HR Muslim)
Banyak ulama menggambarkan dahsyatnya Padang Mahsyar.
Setelah tiupan terompet sangkakala malaikat Israfil yang pertama, lalu habislah kehidupan itu.
Setelah habis kehidupan, baru nanti ditiupkan terompet sangkakala yang kedua, bangkitlah manusia semua. Itulah di Padang Mahsyar .
Bahwa setelah tiupan terompet sangkakala yang kedua semua manusia yang telah mati akan dibangkitkan kembali.
Terlepas dari jejak kematiannya, baik yang meninggal seperti manusia pada umumnya yang jasadnya disemayamkan dalam tanah, yang mati karena tenggelam ataupun dimakan binatang buas hingga jasadnya tidak tersisa, semuanya akan dibangkitkan kembali.
Itu akan dialami oleh siapapun dan itu harus diimani oleh setiap muslim.
Jangan tanya bagaimana Allah membangkitkannya.
Kita pun dari tidak ada menjadi ada.
Kalau hanya membangkitkan dari sesuatu yang pernah ada, mudah bagi Allah ﷻ.
Bahwa di Padang Mahsyar tidak ada pepohonan untuk berteduh, tidak ada tempat untuk berlindung.
Di situlah nanti manusia akan berjalan dengan bekal amalnya masing-masing.
Yang baik amalnya akan mempercepat langkahnya menuju surga, menjadikan pelindung dari panas teriknya matahari.
Tapi yang amalnya jelek, akan membebani langkahnya.
Yang dosa-dosanya belum diampuni waktu di dunia, mati sampai terbawa di Padang Mahsyar akan membebani hidupnya .
Hari kiamat dan peristiwa di Padang Mahsyar amatlah mengerikan.
Akan tetapi, ada golongan orang yang tidak akan merasa takut dengan hal tersebut.
Siapa golongan yang tidak takut dengan Padang Mahsyar?
Dalam suasana yang sangat menakutkan di Padang Mahsyar, akan tetapi ketahuilah bahwa di Padang Mahsyar pun ternyata ada manusia-manusia yang tidak pernah merasakan takut. Siapakah mereka?
Yaitu mereka yang merasa takut kepada Allah ketika di dunia,
Orang-orang yang tak akan merasa takut di Padang Mahsyar ialah yang merasa takut di dunia kepada Allah seperti takut bermaksiat dan takut melanggar Allah lainnya.
“Kalaupun melanggar Allah, namanya manusia, kemudian bergegas memohon ampun kepada Allah.
Pernah berjudi memohon ampun, pernah mabuk mohon ampun, pernah zina memohon ampun. Karena dia punya rasa takut kepada Allah, maka di Padang Mahsyar dia tidak takut lagi.
Orang yang akan ketakutan nanti di Padang Mahsyar ialah orang yang ketika di dunianya tidak takut kepada Allah, sering melanggar perintah Allah tapi tidak memohon ampun kepada-Nya.
Yang saat ini tidak pernah merasa takut melakukan kemaksiatan, semua dosa dilakukan, itulah manusia yang paling takut nanti di Padang Mahsyar.
Agar ummat Islam meningkatkan rasa takut kepada Allah dan merenungi tentang hari akhir.
Mari kita tingkatkan rasa takut kita kepada Allah Ta’ala. Renungilah diri kita saat dibangkitkan di Padang Mahsyar, seperti apa keadaan kita.
Kalau kita saat di dunia tidak takut melakukan keharaman, maka ketahuilah kita menjadi orang yang paling takut nanti di Padang Mahsyar .
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته