Koleksi Peta Langka Dunia, Berusia Lebih 300 Tahun
Foto Koleksi Peta Kuno Bunda Suci. (Dok. Pribadi)
Dilaporkan oleh Arsiya Oganara
–
Kolektor Peta Kuno, Bunda Suci mengatakan, Peta Langka Dunia berusia lebih dari 300 tahun yang masih menggunakan teknik cetak Intaglio dari Buku Kuno Sangat Langka edisi Cetakan Asli Tahun 1700 merupakan koleksi pribadi saya.
“Cetak Intaglio digunakan sebelum tehnik cetak litografi yang ditemukan oleh Alois Senefelder seorang penulis asal Bavaria pada tahun 1798”, kata wanita dengan sapaan akrab Bunda Suci pada media ini. Selasa, 21 Januari 2025.
Narasumber dan Pegiat Literasi ini melanjutkan, cetak Intaglio merupakan tehnik cetak yang menghasilkan gambar dengan cara mengukir gambar atau tulisan pada plat logam atau tembaga yang dipotong, setelah diukir kemudian diberi tinta dengan mengoleskannya ke seluruh potongan logam yang sudah diukir.
Kemudian, plat logam tersebut diproses dengan mesin cetak tradisional untuk memaksa tinta masuk ke permukaan kertas yang nantinya akan meninggalkan kesan gambar, papar Wakil Ketua Il, Komite Seni Budaya Nusantara (KSBN).
Tak hanya itu, Bunda Suci juga mengenang saat keliling Jakarta untuk berburu buku dan peta kuno bersama pegagang barang antik awal tahun 2017. “Saya jadi ingat ketika diantar keliling Jakarta oleh seorang pedagang barang antik untuk berburu buku-buku kuno dan peta kuno yang umumnya diambil dari sebuah buku-buku kuno”, kenang Bunda Suci.
“Saat itu ada kawannya yang sesama penjual barang antik menjual selembar peta kuno Lithografi yang kalau tidak salah ingat diambil dari buku kuno cetakan akhir tahun 1700an berukuran kecil yang sudah dibingkai dan ditawarkan oleh pedagangnya seharga 20 juta rupiah”, imbuh pengagum Tan Malaka.
Masih menurut Bunda Suci, penasaran aku pun ingin diantar ke tempat tersebut, namun sayang saat sampai di galerinya peta kuno tersebut sudah terjual.
“Untuk harga sebuah peta kuno memang cukup menarik sampai puluhan juta, ketika pameran peta kuno di Jogja ada sebuah peta kuno yang ditawarkan pemiliknya seharga 150 juta rupiah”, pungkas Bunda Suci.