May 26, 2026

Terobosan Baru, Kemenag Kota Sawahlunto Studi Kooperatif ke Kampung Inggris Alinia Dharmasraya

 

 

Sawahlunto, 8 Agustus 2025 – Dalam semangat pembaruan dan peningkatan mutu pendidikan madrasah, Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto menorehkan langkah progresif melalui program studi kooperatif ke Kampung Inggris Alinia, Kabupaten Dharmasraya, Kamis (8/8). Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam membangun jembatan kolaborasi strategis demi memperkuat kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di madrasah.

Dipimpin langsung oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Sawahlunto, Dr. H. Dedi Wandra, S.Ag., M.A., rombongan terdiri dari Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad) Syafruddin, Kasi Pendidikan Agama Islam (PAIS) Apridelson, seluruh kepala madrasah dari jenjang MI, MTs, dan MA, guru-guru Bahasa Inggris, analis kepegawaian, staf Penmad, hingga tim kehumasan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto. Dedi Wandra mengatakan bahwa kunjungan kooperatif ini bertujuan untuk meningkatkan mutu, kualitas dan daya saing madrasah yang mampu menjawan tantangan zaman dimana keterampilan berbahasa sangat dibutuhkan.

“Ini adalah langkah strategis untuk menjemput inovasi. Kita tidak boleh stagnan dalam metode dan pendekatan. Dunia luar sangat dinamis, dan Kampung Inggris Alinia adalah bukti nyata bahwa inovasi bisa tumbuh bahkan di luar perkotaan,” ujar H. Dedi Wandra dalam sambutannya, seraya mengajak seluruh madrasah untuk terbuka terhadap transformasi pendidikan.

Setibanya di Kampung Inggris Alinia, rombongan disambut hangat dan penuh kekeluargaan oleh pendirinya, H. Marlis, sosok visioner yang telah berhasil membangun sebuah ekosistem pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang unik dan inspiratif.

Dalam sesi diskusi, Marlis menyampaikan dengan penuh semangat, “Apa yang kami bangun di sini bukan sekadar tempat belajar Bahasa Inggris. Ini adalah kawasan kehidupan, pusat pendidikan berbasis alam dan realitas sosial. Kampung Inggris Alinia adalah yang terlengkap dan terunik di Sumatera.”

Lebih lanjut, Marlis menjelaskan keunikan kawasan tersebut, yang justru tumbuh dari keterbatasan:

Tidak memiliki pemandangan yang indah, Cuaca yang panas menyengat,, Jauh dari pusat kota,, Tidak ada perencanaan tata ruang awal,, Bahkan, ada kandang ayam di area wisata. Namun dari keterbatasan itulah lahir kekuatan. Di atas lahan seluas 4 hektar, berdiri tegak berbagai institusi dan fasilitas yang saling terintegrasi, Peternakan ayam mandiri sebagai laboratorium kewirausahaan,

Alinia Park & Resort sebagai ruang relaksasi dan pelatihan,, Agen LPG untuk pemberdayaan ekonomi lokal Sekolah Alam Islamic School, model pendidikan berbasis karakter dan lingkungan,

Tempat Manasik Haji & KBIHU Alinia, pusat simulasi ibadah dan bimbingan jamaah, Layanan Travel Umrah dan Bus Pariwisata, Lembaga Pelatihan Keterampilan, Dan tentu saja, Kampung Inggris Alinia, magnet utama pembelajaran Bahasa Inggris yang berbasis komunitas dan praktik nyata.

Kepala MTs dan MA yang turut serta menyatakan kekagumannya terhadap sinergi lintas bidang yang dibangun Marlis. “Kami mendapatkan inspirasi besar. Ini lebih dari sekadar tempat belajar bahasa ini tempat tumbuhnya manusia merdeka dan mandiri,” ungkap salah satu kepala madrasah peserta studi.

Sebagai penutup kegiatan, Kemenag Kota Sawahlunto menyatakan keseriusannya menjajaki bentuk kerjasama yang konkret, mulai dari magang guru, camp siswa, hingga program pelatihan intensif guru Bahasa Inggris madrasah di Kampung Inggris Alinia.

”Langkah ini menjadi awal dari transformasi pendidikan madrasah yang lebih terbuka, kolaboratif, dan membumi. Di tengah tantangan zaman, spirit belajar tidak lagi cukup hanya dari buku dan ruang kelas—namun juga dari lapangan, dari masyarakat, dari kehidupan yang sesungguhnya,” tutur Dewa

Sawahlunto bergerak. Madrasah berbenah. Inovasi tidak menunggu waktu. Ia harus dicipta. Kini. Di sini. Bersama.

Kontributor : Dafril, Tuanku Bandaro