Lompatan Waktu dan Warna
Yusuf Achmad
Semburat segalanya, gairah, lara, dan nostalgia. Merambat adanya, seperti ular tanpa ekor. Atau pohon berakar kuat menancap. Dalam, entah berapa hasta. Cerita berantai tak kunjung reda. Meloncat lagi jari jemari menari-nari. Memencet tombol-tombol penuh arti.
Angin berbisik, bunga berkelana. Di mana bayang-bayang bernyanyi sunyi. Seribu kisah terjalin di antara hening. Rindang dedaunan, semilir lembut, mengelus hati. Menabur benih harapan di tanah lengang.
Langit menari, cahaya merayu. Semesta menulis sajak di langit biru pekat. Setiap bintang menjadi saksi dalam rindu. Hujan peluk mesra, tanah menguap harum. Waktu mengalun, menjahit mimpi dan nyata.
Surabaya, 4-12-2025