Yusufachmad bilintention
Puisi ini lahir dari pengalaman berharga: perkenalan dengan para sastrawan dan ilmuwan dari luar Jawa. Pertemuan yang sederhana namun penuh makna, membuka cakrawala baru tentang persahabatan, kerendahan hati, dan kekuatan sastra sebagai jembatan lintas budaya.
Bagai kalung mawar putih,
Aromanya menembus relung hati.
Layaknya tawaf di Ka’bah suci,
Berputar searah, melawan arus diri.
Demikianlah jiwa-jiwa berpadu,
Pernah seorang penyair Palembang berpesan:
Kaya pengalaman, tak lekang oleh waktu—
“Jadilah pribadi yang rendah hati,
Karena diri hanyalah tempat debu berhimpun,
Dalam mangkuk usia yang bercampur keusangan.”
Di Padang akademik,
Feminisme sejati terurai dalam puisi,
Dipahat dengan idealisme keibuan murni.
Pertama kusapa, sekadar salah alamat WA,
Ternyata sastrawan anggun nan energik,
Baitnya mengalir syahdu, penuh pesona liris.
Ilmuwan Papua pun bersuara:
“Hidup sementara, untuk apa?
Jika jiwa tak diserahkan,
Untuk menoreh kata,
Di dinding digital penuh warna.
Replika jiwa dalam keindahan,
Melukiskan duka, haru, bahagia,
Menyulam air mata ceria di sela pernak-perniknya.”
Mereka adalah lumut di puncak Himalaya,
Menopang gunung agar tetap perkasa.
Menjaga puisi flora-fauna dari kepunahan,
Menghidupkan arus sastra Nusantara.
Tak butuh gelar, tak perlu predikat,
Hanya usia pada sajak yang lekat,
Agar Indonesia tetap hebat, tetap diingat.
Mereka mengajar jiwa untuk berkarya,
Seperti mata air yang tak lelah mengalirkan makna.
Memberi inspirasi pada kata,
Mengukir sejarah yang indah,
Abadi sepanjang masa.
Surabaya, 3 Januari 2025
Lumut di Puncak Himalaya bukan sekadar rangkaian kata, melainkan simbol penghormatan bagi para pujangga dari seberang. Mereka adalah penjaga arus sastra Nusantara, mengalirkan makna tanpa henti, dan menorehkan jejak abadi dalam sejarah kebudayaan.
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211 Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018 https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly