April 16, 2026

M. Nasir Jamil di Hari Bhayangkara ke-79: “Polisi Adalah Masyarakat, dan Masyarakat Adalah Polisi”

Oleh : Johanis Kopong

Komisi III DPR RI: Momentum Bhayangkara ke-79 untuk Memperkuat Polri yang Humanis

http://suaraanaknegerinews.com |  Jakarta — Dalam suasana peringatan Hari Bhayangkara ke-79 yang jatuh pada 1 Juli, Anggota Komisi III DPR RI M. Nasir Jamil menyampaikan pesan penuh makna kepada seluruh jajaran Kepolisian Republik Indonesia.

Melalui pernyataan resminya, ia mengucapkan selamat dan memberikan apresiasi kepada para anggota Polri, baik yang masih aktif bertugas maupun para purnawirawan, yang telah mengabdikan diri menjaga keamanan negeri dari Sabang hingga Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote.

Ucapan tersebut tak sekadar seremonial. Di baliknya, Nasir menitipkan pesan strategis sekaligus reflektif mengenai masa depan institusi Polri dalam dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang terus berubah.

Polri dan Masyarakat: Dua Sisi yang Tak Terpisahkan

“Polisi adalah masyarakat, dan masyarakat adalah polisi,” ujar politisi dari Fraksi PKS ini dengan penuh penekanan. Menurutnya, keberadaan Polri dalam konteks negara demokratis tidak bisa dilepaskan dari hubungan yang erat dengan rakyat yang mereka layani.

Nasir menekankan pentingnya Polri terus mengedepankan prinsip humanisme, profesionalisme, serta menjunjung tinggi keadilan dan hak asasi manusia dalam setiap langkah penegakan hukum.

“Tetaplah menjadi polisi yang mengayomi dan melayani seluruh lapisan masyarakat tanpa pandang bulu, dengan mengedepankan prediktivitas, responsibilitas, dan transparansi berkeadilan,” tegasnya, Minggu (29/6/25).

Tantangan Baru, Harapan Baru

Di usia ke-79, Nasir menggarisbawahi bahwa Polri menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Di antaranya adalah kebutuhan akan peningkatan transparansi institusi, membangun kembali kepercayaan publik, serta keterlibatan aktif dalam keamanan kawasan regional hingga kerja sama dengan kepolisian internasional.

“Penegakan hukum harus dilakukan secara kredibel, berintegritas, bertanggung jawab, dan objektif, serta tetap berpijak pada nilai-nilai Pancasila, demokrasi, dan hak asasi manusia,” jelas anggota Komisi III yang membidangi hukum, HAM, dan keamanan ini.

Bhayangkara untuk Semua

Peringatan Hari Bhayangkara, menurut Nasir, bukan hanya sekadar ulang tahun institusi, melainkan juga momen introspeksi — sejauh mana Polri telah hadir sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Ia pun mengajak Polri untuk terus memperkuat wajah humanis dan profesionalnya di tengah masyarakat yang plural.

Menutup pernyataannya, ia menyampaikan pesan penuh semangat kepada seluruh jajaran Kepolisian:

Dirgahayu Kepolisian Republik Indonesia ke-79. Polri untuk Masyarakat!”

Hari Bhayangkara ke-79 menjadi momen penting untuk mengenang, merefleksi, dan menyusun langkah ke depan bagi institusi Polri dalam menghadapi tantangan zaman.

Dalam pandangan Nasir Jamil, masa depan Polri akan selalu beriringan dengan kepercayaan rakyat — sebuah ikatan yang harus terus dijaga melalui pelayanan yang tulus dan berkeadilan.

#humaspolreskeptanimbar