MINGGU 16/11/2025
Minggu Biasa XXXIII (H)
– Maleakhi 4:1-2a
– 2Tesalonika 3:7-12
– Lukas 21:5-19
(Kota Merauke – Kampung Bupul)
Kemarin tak ada renungan karena saya ke kampung Bupul, wilayah perbatasan NKRI – PNG. Ada yang harus dilakukan, karena itu tanggung jawab. Intinya, kewajiban baru hak, bukan hak baru kewajiban. Idealnya kewajiban & hak berjalan bersamaan.
Dan tadi malam kembali dari Bupul ke kota Merauke, tiba di kota Merauke jam 23.30 (setengah 12 malam). Agak cape untuk seorang tua umur 61-an tahun, tetapi kalau dilakukan dengan senang hati maka semua terasa ringan (walaupun harus diakui agak encok).
Sekedar membagi cerita tentang kemarin & tadi malam. Yang bila dikaitkan dengan bacaan pada Minggu Biasa XXXIII hari ini maka ada benang merah yang mengkaitkannya satu sama lain. Ceritanya seperti berikut ini:
Orang yang hidup gegabah (tanpa gunakan otak) & fasik, akan terbakar seperti jerami kering sampai ke akarnya. Tetapi orang baik akan melihat terbitnya SURYA KEBENARAN. Pertanyaannya: SIAPAKAH ORANG BAIK?
Rasul Paulus menyebutkan beberapa ciri orang baik, yaitu hidup tertib, rajin kerja & makan dari hasil kerja, tidak menjadi beban bagi orang lain atau tidak menyusahkan orang lain & selalu mengusahakan hal yang berguna.
Yesus mengatakan bahwa ada banyak kesusahan, tetapi kesusahan itu adalah KESEMPATAN untuk bersaksi. Kesusahan juga adalah kesempatan untuk menjadi baik. Siapa bertahan dalam kebaikan maka ia akan menemukan hidup.
Saudari – saudara terkasih. Semoga hari ini kita lebih suka berharap & rindu melihat terbitnya SURYA KEBENARAN. Kita lebih suka menjadi orang yang tidak menyusahkan orang lain.
Kita lebih suka hidup disiplin & teratur, karena itu cara sederhana yang ampuh untuk maju & berubah. Kita lebih suka menjadikan kesulitan sebagai kesempatan untuk menjadi lebih baik. Tuhan memberkatimu. Amin.
P. Felix Amias MSC
Biara MSC Merauke
Propinsi Papua Selatan
Sunday, November 16, 2025