Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

KEHIDUPAN DAN KEMATIAN YANG SEBENARNYA

💖Bengkel Hati Nurani💝

‏قال الإمام ابن القيم رحمه الله تعالى:
” الحياة الحقيقية الطيبة هي حياة من استجاب لله والرسول صلى الله عليه وسلم ظاهرا وباطنا، فهؤلاء هم الأحياء وإن ماتوا، وغيرهم أموات وإن كانوا أحياء الأبدان “. [الفوائد(١٢٧)]

Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah pernah berkata :
“Kehidupan yang sesungguhnya dan yang baik adalah kehidupan orang yang memenuhi seruan Allah dan Rasulullah ﷺ , lahir maupun batin.

Mereka inilah orang-orang yang hidup, meskipun (jasadnya) telah mati.

Sedangkan selain mereka adalah orang-orang telah mati, meskipun tubuh mereka masih hidup.”
[ Al-Fawāid, hal. 127]

📖✍Catatan Penting :
1.Ya, kehidupan yang hakiki (yang sebenarnya) itu bukan sekadar hidupnya jasad (badan), tetapi adalah hidupnya hati dengan iman, ketaatan, dan mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya ﷺ .

2.Orang yang imannya hidup, dia akan tetap “hidup”, meskipun jasadnya telah mati, karena namanya akan terus harum (yakni sering disebut-sebut kebaikannya oleh banyak orang), amalnya terus mengalir, dan dia mulia di sisi Allah.

Sedangkan orang-orang yang tidak ta’at kepada Allah, meskipun jasadnya sehat dan bernafas, tetapi sesungguhnya hati nuraninya mati, dia tidak mengenal kebenaran dan enggan mengikutinya.

3.Faedah ringkas dari nasehat tersebut di atas :

a.Bahwa kehidupan yang hakiki (yang sebenarnya) itu terletak pada ketaatan kepada Allah dan Rasulullah ﷺ, bukan pada banyaknya harta atau panjang umur.

b.Bahwa kehidupan hati itu lebih penting daripada kehidupan jasad.

c.Kemuliaan seorang hamba di sisi Allah itu adalah diukur dari hidupnya hatinya, bukan sekadar hidupnya badan atau fisiknya.

d.Orang yang beriman itu tetap “hidup” setelah wafatnya, karena amal dan pengaruh baiknya.

4.Dalil-dalil yang menunjukkan perkara tersebut di atas, diantaranya adalah :

a. Dalil yang menunjukkan bahwa kehidupan yang hakiki itu adalah bagi orang yang beriman dan yang melakukan amal-amal ketaatan.

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila Rasul menyeru kalian kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepada kalian.” (QS. Al-Anfāl: 24)

Makna “yang memberi kehidupan” di sini adalah yang menghidupkan hati nurani dengan iman, ilmu, dan amal shalih.

b.Dalil yang menunjukkan bahwa kehidupan yang baik itu adalah untuk orang-orang yang beriman dan yang beramal shalih

Allah subhanahu wa ta’ala berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً
“Barangsiapa mengerjakan amal sholih, baik laki-laki maupun perempuan, dalam keadaan dia beriman, maka pasti akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.”
(QS.An-Naḥl : 97)

c.Dalil yang menunjukkan bahwa orang-orang yang ingkar kepada hidayahNya Allah itu hatinya telah mati, meskipun jasadnya masih hidup.

Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman :
إِنَّكَ لَا تُسْمِعُ الْمَوْتَىٰ
“Sesungguhnya engkau (wahai Nabi Muhammad), tidak dapat membuat orang-orang yang telah mati itu mendengar.”
(QS.An-Naml: 80)

Yang dimaksud dengan “orang-orang yang telah mati” di sini adalah orang yang hati nuraninya telah mati, karena kufur dan enggan menerima kebenaran.

Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa.” (QS.Al-Hujurat : 13)

Ya Allah, yang membolak- balikkan hati manusia, baliklah hati nurani kami untuk taat kepadaMU, Aamiin🤲

Ya Allah, berilah kami hati yang lembut, santun, bijaksana, sabar, dan rendah hati dan tidak sombong, aamiin🤲

Ya Allah, karuniai kami umur yang berkah selamat, sehat jasmani dan rohani mudah menjalankan ibadah, aamiin 🤲

Ya Allah, berilah kesembuhan yang sempurna untuk saudara kami yang sakit dimanapun berada Alhamdulillah, aamiin.🤲

Ya Allah, jadikanlah kami hamba yang selalu bersyukur atas nikmat yang telah ENGKAU berikan, Aamiin🤲

Ya Allah, lembutkan hati kami agar mudah menerima nasehat,dan jaukan kami dari orang – orang yang berbuat jahat, aamiin🤲

Ya Allah ampuni dosa kami dan dosa
kedua orang tua kami, keluarga, dan semua orang beriman
pada hari HISAB dan jauhkan kami dari api neraka, aamiin🤲

Ya Allah berilah kami kebaikan di dunia dan akhirat, aamiin🤲

Ya Allah berilah kami istiqamah sampai husnul khatimah, aamiin🤲

Dan sebenarnya masih banyak dalil yang lainnya. Semoga apa yang disebutkan sebagiannya di atas sudah mencukupi.

Demikianlah pembahasan ini, semoga bisa menjadi nasehat dan tambahan ilmu yang bermanfaat untuk kita semuanya.

Semoga pula Allah Subhanahu Wa Ta’ala senantiasa memberikan hidayah dan taufiq-Nya kepada kita semua, agar bisa menjadi/termasuk golongan orang-orang yang hidup hati nuraninya dengan iman, dengan ilmu agama, dan dengan amal-amal shalih.
Dan dijauhkan dari sifat-sifat orang yang mempunyai hati yang telah mati.
Nas-alullaha At-Taufiq wal Istiqamah

Semoga bermanfaat bagi kita semuanya.