Tausiah Religi
KULIAH SHUBUH
Ahad ,16 Nopember 2025 (25 Jumadil Awwal 1447 H)
Oleh Tb Mhd Arief Hendrawan
–
السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِه سَيّدِنَا مُحَمَّدٍ
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Pada kesempatan pagi hari yang mulia ini, marilah kita senantiasa meningkatkan taqwa kepada Allah ﷻ, dengan menjalankan segala perintah – Nya dan menjauhi segala larangan – Nya.
Salah satu wujud ketaqwaan kita adalah menjaga lisan, terutama di era digital saat ini, di mana kata – kata dan informasi dapat dengan mudah tersebar melalui media sosial.
Menjaga lisan bukan sekadar menjaga ucapan kita secara lisan, tetapi juga termasuk dalam hal apa yang kita tulis dan bagikan melalui dunia maya.
Banyak faktor yang dapat mendorong kita untuk tergelincir dalam perbuatan yang mudharat dalam menjaga lisan, baik itu karena pengaruh lingkungan keluarga, pertemanan, maupun tekanan sosial.
Untuk tetap istiqamah dalam menjaga lisan, kita memerlukan niat yang kuat dan keteguhan iman.
Kita harus senantiasa berhati-hati dalam menyikapi segala sesuatu, mengingat besarnya dampak dari setiap perkataan yang kita lontarkan, baik di dunia nyata maupun dunia maya.
Allah ﷻ mengingatkan kita dalam surah Az-Zumar ayat 9 :
Apakah kamu orang musyrik yang lebih beruntung ataukah orang yang beribadah pada waktu malam dengan sujud dan berdiri, karena takut kepada adzab akhirat dan mengharapkan rahmat Tuhannya?
Katakanlah, “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?”
Sebenarnya hanya orang yang berakal sehat yang dapat menerima pelajaran.
Ayat ini menegaskan bahwa orang yang berilmu dan berhati-hati dalam setiap langkahnya adalah orang yang lebih beruntung. Mereka selalu berpikir sebelum berbicara atau bertindak, dan mereka khawatir akan akibat yang mungkin timbul dari ucapan maupun perbuatan mereka.
Allah juga memperingatkan kepada kita bahwa setiap ucapan kita akan dicatat oleh malaikat.
Hal ini tersirat dalam surah Qaaf ayat 18:
“Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
Maka, setiap kata yang keluar dari mulut kita atau yang kita ketik di media sosial, semuanya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah ﷻ kelak
Di era digital saat ini, arus informasi begitu cepat dan deras.
Setiap saat kita menerima dan membagikan informasi, baik itu melalui media sosial, pesan singkat, atau aplikasi lainnya. Namun, dengan manfaat besar yang dibawa oleh teknologi ini, kita juga dituntut untuk menjadi pengguna yang bijak. Sebagaimana Rasulullah ﷺ telah mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati dalam berbicara dan bertindak.
Dalam sebuah hadits disebutkan, :
“Ada seorang laki-laki yang bertanya kepada Rasulullah ﷺ,
“Siapakah orang muslim yang paling baik ?’
Beliau ﷺ menjawab, “Seseorang yang orang-orang muslim yang lain selamat dari gangguan lisan dan tangannya”.
Hadits ini mengingatkan kita bahwa keburukan tidak hanya datang dari ucapan, tetapi juga dari perbuatan, termasuk apa yang kita tuliskan dan bagikan.
Salah satu etika bermedia sosial yang penting untuk kita terapkan adalah memahami esensi dari etika itu sendiri, yaitu menghormati dan menghargai orang lain.
Sebelum membagikan informasi, kita harus memeriksa ulang kebenarannya.
Dengan demikian, kita telah menunjukkan kesadaran untuk menjaga adab dalam berinteraksi di dunia maya, sebagaimana kita menjaga adab dalam kehidupan sehari-hari.
Islam menuntut kita tidak hanya menjaga lisan secara langsung, tetapi juga menjaga apa yang kita sampaikan melalui tulisan di media sosial.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Selain menjaga lisan, kita juga bisa memanfaatkan media sosial sebagai sarana untuk menyebarkan kebaikan.
Jadikanlah media sosial sebagai alat untuk menyampaikan pesan-pesan yang bermanfaat bagi ummat, membawa maslahat, dan menguatkan keimanan.
Dengan begitu, kita tidak hanya menjaga diri dari keburukan, tetapi juga aktif menciptakan kebaikan yang berdampak positif bagi banyak orang.
Semoga kita semua diberi kekuatan oleh Allah ﷻ untuk menjaga lisan kita, baik secara langsung maupun melalui media sosial.
Dan semoga kita termasuk ke dalam golongan orang-orang yang selalu berbuat baik dan membawa kebaikan bagi sesama.
Aamiin ya Robbal ‘alamin.
Ma’asyiral muslimin rahimani wa rahimakumullah.
Demikianlah Kuliah Shubuh ini
Semoga bermanfaat dan membawa berkah bagi kita semua, serta bisa menjadi penyebab kita untuk meningkatkan ibadah, ketaqwaan, keimanan, dan menjauhi segala larangan.
Wa billahit taufik wal hidayah.
والسلام عليكم ورحمةالله وبركاته