April 21, 2026

MAN Kota Sawahlunto Menjadi Tuan Rumah Ajang Catur Antar-Satker: Momentum Harmoni di HAB Kemenag RI ke-80

IMG-20251210-WA0034

SAWAHLUNTO (Humas), 10 Desember 2025 Dalam semangat pagi yang jernih dan hangat,  Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto resmi didaulat menjadi tuan rumah Pertandingan Catur Antar Satuan Kerja (Satker) Kemenag Kota Sawahlunto, sebuah agenda istimewa untuk memeriahkan Hari Amal Bakti (HAB) Kementerian Agama RI ke-80.

Keputusan ini disambut hangat oleh keluarga besar MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro. Bukan sekadar menjadi lokasi pertandingan, madrasah ini dipercaya sebagai pusat perhelatan yang merayakan harmoni, sportivitas, dan nilai-nilai yang menjadi napas Kementerian Agama: moderasi, kebersamaan, dan pengabdian.

Suasana madrasah dipenuhi denyut antusiasme. Ruang-ruang kelas ditata rapi, aula dipoles secantik mungkin, meja-meja catur disusun dengan presisi seolah menyiapkan panggung bagi para kesatria papan hitam-putih yang akan bertarung, bukan dengan amarah, melainkan dengan kejernihan strategi dan ketenangan jiwa.

Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan bahwa penunjukan ini merupakan sebuah kehormatan sekaligus tanggung jawab. “Catur bukan sekadar permainan,” ujar Dafril, “Ia mengajarkan kita tentang kesabaran, perhitungan matang, dan sikap ksatria dalam setiap kemenangan maupun kekalahan. Semoga kegiatan ini mempererat silaturahmi antar satker, sekaligus menjadi wadah menumbuhkan nilai positif yang sejalan dengan spirit HAB ke-80.”

Kegiatan ini di buka lansung secaraoleh kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto H. Dedi Wandra. Dalam sambutannya, Kakanmenag Kota Sawahlunto H. Dedi Wandra menyampaikan bahwa catur, sebagai permainan yang mengasah logika dan kesabaran, memiliki nilai-nilai yang selaras dengan semangat aparatur Kementerian Agama: ketelitian dalam melayani, kebijaksanaan dalam memutuskan, dan keteguhan dalam menjaga integritas. “Di atas papan catur kita belajar bahwa setiap langkah memiliki akibat, setiap strategi memiliki makna, dan setiap kemenangan lahir dari kesungguhan,” ujar Dedi Wandra, disambut tepuk tangan hangat para peserta dan tamu undangan.

Para peserta dari berbagai satker sudah mulai berdatangan sejak pagi, membawa semangat yang mengalir seperti aliran sungai yang tak mengenal lelah. Di antara mereka, tampak wajah-wajah yang penuh tekad, namun tetap tersenyum hangat pertanda bahwa pertandingan ini bukan hanya tentang siapa menang dan siapa kalah, tetapi tentang kebersamaan yang dijahit melalui sebuah permainan penuh makna.

HAB Kementerian Agama yang memasuki usia ke-80 tahun ini memang menjadi momentum refleksi dan syukur. Delapan dekade pengabdian bukanlah perjalanan singkat; ia adalah rentetan langkah panjang yang dibangun dari kerja tulus jutaan insan Kemenag di seluruh penjuru negeri. Melalui kegiatan sederhana namun sarat nilai seperti pertandingan catur ini, MAN Kota Sawahlunto menghadirkan ruang kecil yang menandai besarnya cinta terhadap pengabdian tersebut.

Ketika bidak-bidak pertama nanti bergerak di atas papan, ia seakan menjadi simbol bahwa kehidupan pun adalah strategi dan perjuangan di mana setiap langkah harus dijalani dengan niat baik, kecermatan, dan keberanian. Dan di MAN Kota Sawahlunto, langkah-langkah itu kini mulai ditorehkan, menjadi bagian dari cerita indah HAB Ke-80 yang akan dikenang.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: DTB