MATA PUISI
Teks foto : Ilustrasi gambar untuk sajak MATA PUISI karya Penyair Pulo Lasman Simanjuntak.(Foto:Ist)
Sajak
Pulo Lasman Simanjuntak
–
1//
menghitung hari-hari
nyaris buta (cemas !)
seperti puisiku yang menua
diselimuti asap kabut
dari pinggiran kota berawan
terus kususuri menuju
rumah ibadah
untuk mukjizat kesembuhan
di atas mimbar kesucian
membawa juga tubuhmu
digerogoti ulat-ulat beracun
dari dalam tanah basah
airmata terus berdarah
2//
sebelum aku merangkul
pekabaran tiap dinihari
rajin gerak badan di tikungan jalan
mulutku yang membusuk
telah menelan rakus
ribuan potong daging haram
ratusan ikan dari selokan
bahkan sering disuguhkan minuman biang gula
dari perkebunan teh yang tumbuh liar
di sekujur tubuhku
3//
maka kuputuskan( tiba-tiba !)
mata puisi ini
harus berlari ke rumah duka
disuntik obat mata dosis tinggi
lalu jadilah aku menjelma
jadi seorang tukang sihir
yang tak mampu melihat sinar matahari berdiri
tegak tiap pagi
4//
pada malam ini
sesudah hujan dan petir bertandang di pekarangan rumah
gelap gulita
harus kuselesaikan
membaca kitab suci
dengan mata kiri
menari-nari sendiri
aku harus kuat, pesanmu
sampai nanti kita bisa bertemu lagi
di hamparan langit baru
tanpa ada lagi
tangisan membuta
atau penyakit menular
sudah dimatikan seekor ular
damailah hati ini
Jakarta, Januari 2024
(/Penulis : Ikhsan Risfandi/Penyair Betawi dari Kota Jakarta)
–

Penyair dari Kota Jakarta , Pulo Lasman Simanjuntak sedang baca sajak karya sendiri berjudul MATA PUISI yang ditulis pada Januari 2024.(Foto : Ist/Dok Pribadi)
Lasman Simanjuntak
Perum Pamulang Permai I Pamulang, Kota Tangerang Selatan.
HP : 08561827332 (WA)
Email : pulo_lasman@yahoo.com
Medsos :
1.Facebook : Bro
2.Instagram : Lasman Simanjuntak
3.Youtube : Lasman TV
4.Tik Tok : Lasman Simanjuntak
Catatan redaksi: Penyair adalah seorang sastrawan yang luar biasa yang oleh Media suaraanaknegerinews.com wajib dipublikasikan karya-karyanya untuk dibaca dan dicintai seluruh rakyat Indonesia yang mencintai budaya negerinya sendiri. Terima kasih Bapak Lasman Simanjuntak, Tuhan Menyertai Karya Muliamu bagi Bangsa dan Negara Indonesia.