April 18, 2026

Membanggakan : Siswi MAN Kota Sawahlunto Aisyah Vine Rianda Dinobatkan Sebagai Duta Penyala Literasi Sumatera Barat Periode 2026–2028

Biru Putih dan Toska Modern Ucapan Selamat Guru Terbaik Instagram Post_20260328_174837_0000

SAWAHLUNTO (Humas) 28 Maret 2026

Di tengah riuh rendah zaman yang kian dipenuhi hiruk-pikuk digital, kabar menggembirakan datang dari MAN Kota Sawahlunto , kini lahir cahaya baru yang menyala melalui kata dan makna. Aisyah Vine Rianda, siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota  Sawahlunto, resmi dinobatkan sebagai Duta Penyala Literasi Sumatera Barat untuk periode 2026–2028.Dinobatkan oleh Ketua Umum Pengurus Penyala Literasi Sumatera Barat Eka Tresia  di SMKN 6 Kota Padang Sabtu, 28 Maret 2026.

Penobatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan pengakuan atas dedikasi, ketekunan, dan kecintaan Aisyah terhadap dunia literasi sebuah dunia yang sering kali sepi peminat, namun selalu setia melahirkan pemikir-pemikir besar. Dalam balutan sederhana namun penuh wibawa, Aisyah berdiri di panggung kehormatan, membawa harapan baru bagi generasi muda Kota Sawahlunto yang mewakili generasi Sumatera Barat.

Aisyah dikenal sebagai pribadi yang akrab dengan buku. Baginya, halaman-halaman buku bukan sekadar kumpulan huruf, melainkan jendela yang membuka cakrawala, menuntunnya menjelajahi dunia tanpa batas. Dari karya sastra klasik hingga tulisan-tulisan kontemporer, ia menyelami makna, merangkai pemahaman, lalu menyalurkannya kembali melalui tulisan-tulisan yang penuh rasa.

Di lingkungan  MAN Kota Sawahlunto mengenang Aisyah sebagai sosok yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan batin yang tajam. Dalam setiap lomba literasi yang diikutinya, ia tidak sekadar mengejar kemenangan, melainkan menghadirkan gagasan tentang identitas, budaya, dan masa depan generasi muda di tengah arus globalisasi.

“Literasi bukan hanya tentang membaca dan menulis, tetapi tentang bagaimana kita memahami kehidupan dan memaknainya,” ujar Aisyah dalam pidato singkatnya usai penobatan. Kalimat itu meluncur tenang, namun sarat makna seolah menjadi penegasan bahwa literasi adalah napas panjang peradaban.

Sebagai Duta Penyala Literasi, Aisyah mengemban tanggung jawab besar. Ia diharapkan mampu menjadi penggerak, menyulut semangat membaca dan menulis di kalangan pelajar, khususnya di Sumatera Barat. Program-program literasi berbasis komunitas, penguatan budaya membaca di sekolah, hingga kampanye digital yang kreatif menjadi bagian dari visi yang ia usung.

Lebih dari itu, Aisyah membawa misi kultural: menghidupkan kembali tradisi bertutur dan berkisah yang telah lama menjadi akar budaya Minangkabau. Dalam pandangannya, literasi modern harus berjalan beriringan dengan kearifan lokal, agar generasi muda tidak tercerabut dari jati dirinya.

Penobatan ini juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi MAN Kota Sawahlunto. Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan bahwa prestasi Aisyah merupakan bukti nyata bahwa madrasah mampu melahirkan generasi unggul yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter dan berkontribusi bagi masyarakat.

Di tengah tantangan zaman yang serba instan, kehadiran sosok Aisyah Vine Rianda menjadi oase menyejukkan, sekaligus mengingatkan bahwa peradaban besar selalu dibangun di atas fondasi literasi yang kuat. Ia adalah nyala kecil yang diharapkan mampu menyalakan api besar semangat membaca, menulis, dan berpikir kritis di kalangan generasi muda.

Kini, langkah Aisyah baru saja dimulai. Jalan panjang terbentang di hadapannya, penuh tantangan sekaligus peluang. Namun dengan tekad yang telah ditempa oleh cinta pada ilmu, ia melangkah mantap membawa cahaya literasi, menyusuri jejak sejarah, dan menuliskan masa depan.

Sumatera Barat patut berbangga. Dari MAN Kota Sawahlunto, seorang putri daerah telah bangkit, membawa obor pengetahuan yang tak akan padam oleh zaman.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor : DTB