April 20, 2026

Menembus Batas Membumikan Ilmu : Suhaimis, Mahasiswa S3 UM Sumbar Sampaikan Orasi Ilmiah di UKM Malaysia

Kuala Lumpur, 26 September 2025

Dalam ruang akademik yang khidmat dan berwibawa di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), nama Suhaimis, S.Ag., M.A., mengukir prestasi gemilang. Mahasiswa Program Doktoral Study Islam (S3) Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat (UM Sumbar) itu tampil memukau dalam orasi ilmiah internasional, membawakan tema sarat makna:

“Aktualisasi Prinsip I’tidal (Moderasi) dalam Kurikulum Pendidikan Multikultural: Menuju Wajah Islam yang Rahmatan lil ‘Alamin.”

Orasi ini tidak hanya menggambarkan ketajaman intelektual, tetapi juga menyingkap kedalaman spiritual dan kepedulian sosial yang menjadi ciri khas insan akademik berjiwa pendidik. Dalam paparannya, Suhaimis menegaskan pentingnya menghadirkan wajah Islam yang moderat di tengah keberagaman dunia pendidikan, agar madrasah dan sekolah menjadi ruang damai yang melahirkan generasi berakhlak dan berwawasan kebangsaan.

“I’tidal bukan sekadar konsep teologis, melainkan fondasi kehidupan berbangsa dan beragama yang seimbang, adil, serta menghargai perbedaan. Pendidikan harus menjadi ladang persemaian nilai-nilai itu,” tutur Suhaimis dalam orasinya yang disambut tepuk tangan hangat para akademisi lintas negara.

Acara tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor UKM, Dr. Zulfadhli, beserta jajaran dosen UKM. Dari pihak UM Sumbar, hadir Direktur Pascasarjana Prof. Dr. Mahyuddin Ritonga, M.A., Dekan Fakultas PAI Dr. Syaflin Halim, M.A., Kaprodi S3 PAI Dr. Julhadi, M.A., Kaprodi S2 PAI Dr. Rahmi, M.A., serta Dr. Desi Asmaret dan 23 mahasiswa doktoral yang turut menyaksikan momentum ilmiah bersejarah tersebut.

Suhaimis, yang juga dikenal sebagai Kepala MTsN 2 Padang Pariaman, merupakan sosok pendidik cerdas, tenang, dan berpikir jauh ke depan. Dalam setiap karyanya, ia selalu menekankan pentingnya menghidupkan nilai wasathiyah (moderasi) dalam proses pendidikan, agar peserta didik tumbuh dalam keseimbangan antara ilmu, iman, dan kemanusiaan.

Kehadiran Suhaimis di pentas akademik internasional ini menjadi bukti bahwa insan madrasah mampu berdiri sejajar di gelanggang ilmiah dunia. Orasi ilmiah yang disampaikannya menjadi gema inspirasi bahwa Islam yang moderat, inklusif, dan penuh kasih sayang adalah kunci membangun peradaban pendidikan yang damai dan berkemajuan.

Dari Kuala Lumpur, suara ilmu itu bergema — menembus batas negeri, membawa pesan bahwa dari ranah Minangkabau lahir putra bangsa yang mengharumkan nama madrasah, universitas, dan Indonesia.