April 21, 2026

Menutup Ziarah Bersama RD Ponsianus Ongirwalu di Negeri Matador

Oleh: joko

Jejak Rohani Perjalanan Hari Terakhir Bersama RD Ponsianus Ongirwalu, Catatan Penutup Perjalanan Iman dari Eropa

Menutup Ziarah dengan Syukur, Pulang dengan Kenangan Rohani

Perjalanan Hari ke-12 dan 13: Salamanca – Madrid – Doha – Jakarta

http://info86news.com | Madrid – Pagi itu, udara Salamanca masih menyisakan kesejukan musim gugur ketika rombongan peziarah, dipimpin oleh RD Ponsianus Ongirwalu, bersiap melanjutkan perjalanan menuju Madrid, ibu kota Spanyol.

Setelah santap pagi sederhana, bus perlahan meninggalkan kota universitas tertua di Eropa itu, membawa kenangan tentang doa, perjumpaan, dan refleksi yang telah mewarnai hari-hari sebelumnya.

Menyusuri Kemegahan Madrid

Sesampainya di Madrid, rombongan diajak berorientasi kota — sebuah kesempatan untuk mengenal denyut jantung Spanyol lebih dekat.

Mereka melewati Royal Palace (Palacio Real), istana megah yang menjadi saksi sejarah panjang kerajaan Iberia.

Bangunan yang dahulu terbakar pada tahun 1727 itu kini berdiri anggun sebagai lokasi upacara kenegaraan Spanyol.

Di depan istana, taman-taman yang terawat rapi seperti Campo del Moro dan Sabatini Gardens menjadi oase yang menenangkan bagi para pengunjung.

Perjalanan berlanjut ke Cibeles Fountain, air mancur yang menjadi simbol kebanggaan warga Madrid, lalu ke Puerta del Sol, pusat kehidupan kota yang tak pernah sepi.

Di sinilah terletak Jam Menara Casa de Correos, yang terkenal dengan tradisi makan 12 butir anggur setiap pergantian tahun.

Patung El Oso y El Madroño, beruang yang menjulang memetik buah stroberi, seolah menjadi penanda kuat identitas Madrid yang hangat dan terbuka.

Tak jauh dari sana, Plaza de España menampilkan monumen Miguel de Cervantes, ditemani patung ikonik Don Quixote dan Sancho Panza, lambang perjuangan antara mimpi dan kenyataan, antara idealisme dan kehidupan nyata.

Dua menara pencakar langit klasik, Torre de Madrid dan Edificio España, berdiri megah di sisi alun-alun, memberi sentuhan modern di tengah nuansa historis.

Sekilas tentang Madrid

Madrid bukan sekadar ibu kota, melainkan jantung budaya Spanyol yang berdenyut dengan kehidupan.

Kota ini dihuni oleh lebih dari 3,3 juta jiwa di pusatnya, dan lebih dari 6,5 juta jiwa di wilayah metropolitannya.

Dengan iklim Mediterania, musim panas yang hangat dan musim dingin yang bersahabat, Madrid menjadi rumah bagi seni, musik, kuliner, dan sejarah.

Dari tapas hingga paella, dari lantunan gitar flamenco hingga lukisan Goya dan Velázquez, semuanya berpadu membentuk identitas kota yang berwarna.

Sistem transportasi publiknya yang efisien, metro, bus, hingga kereta cepat, membuat siapa pun mudah menjelajah dari satu sudut ke sudut lain. Madrid bukan hanya kota yang indah, tetapi juga kota yang hidup dan bersahabat.

Pulang dengan Sukacita

Sore hari, rombongan menuju Bandara Internasional Madrid–Barajas, menyiapkan penerbangan menuju Jakarta melalui Doha. Wajah-wajah peziarah memancarkan kelelahan bercampur syukur.

Ada yang masih sempat berdoa singkat di ruang tunggu, ada pula yang mengenang momen hening di tempat-tempat kudus yang telah disinggahi selama perjalanan.

Tanggal 25 Oktober, pesawat mendarat di Jakarta. Langit pagi menyambut mereka dengan hangat, seolah mengucapkan selamat datang.

Dalam hati masing-masing, tersimpan kisah yang lebih dari sekadar wisata, sebuah perjalanan batin yang memperkaya iman dan memperdalam rasa syukur kepada Tuhan.

“Perjalanan ini bukan hanya tentang tempat yang dikunjungi, tetapi tentang pengalaman rohani yang menguatkan,” ujar RD Ponsianus Ongirwalu, Vicaris Episcopal Kevikepan Kepulauan Tanimbar & Maluku Barat Daya, menutup ziarah dengan nada lembut namun penuh makna.

Refleksi Penutup

Ziarah rohani ini meninggalkan kesan mendalam bagi setiap peserta. Dari Salamanca hingga Madrid, dari gereja kuno hingga istana megah, setiap langkah menjadi bagian dari perjalanan iman yang utuh.

Dengan hati yang penuh syukur, rombongan kembali ke tanah air, membawa bukan hanya oleh-oleh, tetapi juga kenangan spiritual dan pelajaran hidup yang tak ternilai.

Seperti kata pepatah Spanyol, “Viajar es vivir dos veces”  Bepergian berarti hidup dua kali.