Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Momen Bahagia di Hari Guru: Eka Teresia terima Penghargaan atas Dedikasi Literasi Sumatera Barat

Laporan: Paulus Laratmase

Padang, 25 November – Hari Guru Nasional tahun ini menjadi momen yang tak terlupakan dan penuh haru bagi Eka Teresia, seorang guru berdedikasi dari SMK Negeri 6 Padang dan juga Ketua Penyala Literasi Sumatera Barat (Sumbar). Dalam sebuah acara sederhana namun penuh makna, Eka Teresia menerima sertifikat penghargaan atas kontribusinya yang luar biasa dalam memajukan dan meningkatkan Gerakan Literasi di Sumatera Barat.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatera Barat, Jumaidi S.Pd., M.Pd. Ekspresi bahagia terlihat jelas di wajah Eka Teresia saat menerima apresiasi tersebut.

“Bagi saya, selembar kertas ini adalah anugerah yang tidak ternilai. Ini menunjukkan bahwa dedikasi saya dalam dunia literasi tak pernah padam,” ujar Eka Ia menambahkan, penghargaan ini bukan sekadar pengakuan pribadi, melainkan dorongan semangat untuk terus berkarya.

Puncak kebanggaan Eka Teresia terlihat ketika buku-buku hasil karyanya mendapatkan tempat . Karya-karya tulisnya kini dipampang di deretan rak buku Dinas Perpustakaan Provinsi Sumatera Barat, menjadikannya koleksi yang mudah diakses oleh masyarakat luas.

“Ini adalah warisan saya untuk generasi muda,” tutur Eka, menegaskan bahwa ilmu dan pemikiran yang tertuang dalam bukunya adalah sumbangsih jangka panjangnya bagi kemajuan pendidikan dan literasi di daerah.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumbar, Jumaidi S.Pd., M.Pd., menyampaikan harapannya saat menyerahkan penghargaan. Beliau berharap bahwa apresiasi yang diberikan ini dapat menambah semangat berkarya bagi Eka Teresia dan pegiat literasi lainnya di Sumbar. Jumaidi juga mengapresiasi sinergi antara guru, komunitas, dan pemerintah daerah yang telah berhasil menciptakan iklim literasi yang semakin kondusif.

Dedikasi Eka Teresia, yang merupakan sosok sentral dalam menggerakkan komunitas Penyala Literasi Sumbar, menjadi inspirasi nyata bahwa peran guru tidak terbatas hanya di dalam ruang kelas. Melalui tulisan dan gerakan, ia telah membuktikan bahwa guru adalah garda terdepan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, khususnya melalui penguatan budaya membaca dan menulis.