Momentum Refleksi Setahun Kepemimpinan Markus–Jimmy: Luncurkan “Lapor KAMAM”, Digitalisasi PDAM, Kartu Tani hingga Bantuan Nyata untuk Rakyat
Bupati Biak Numfor Markus O. Mansnembra, SH.,M.M didampingi Wakil Bupati Jimmy C. Kapissa menyampaikan "Refksi Tahun Pertama" mengabdi bagi masyarakat Biak Numfor di Pasar Darfuar Distrik Samofa, Jumat, 20 Februari 2026. (Dok. SAN).
Paulus Laratmase| Penulis
–
Biak Numfor – Refleksi satu tahun kepemimpinan Bupati Markus Mansnembra, S.H., M.M., dan Wakil Bupati Jimmy Carter Kapissa menjadi panggung komitmen, aksi nyata, dan wujud keberpihakan kepada masyarakat kecil di Kabupaten Biak Numfor.
Di tengah suasana kebersamaan yang hangat, pemerintah daerah tidak hanya menyampaikan refleksi perjalanan setahun memimpin, tetapi juga menghadirkan berbagai terobosan dan bantuan langsung yang menyentuh kebutuhan rakyat.
Salah satu langkah penting yang diumumkan adalah peluncuran fasilitas pengaduan masyarakat berbasis digital, “LAPOR KAMAM”. Aplikasi ini dirancang sebagai jembatan komunikasi dua arah antara masyarakat dan pemerintah daerah. Melalui platform dimaksud, warga dapat menyampaikan keluhan, saran, maupun laporan secara langsung, dengan jaminan kerahasiaan dan tindak lanjut oleh OPD terkait.
Tidak berhenti di situ, pemerintah juga meluncurkan aplikasi pembayaran PDAM yang memudahkan masyarakat membayar tagihan air hanya melalui telepon genggam. Dengan sistem ini, warga tidak lagi harus datang ke kantor atau loket pembayaran. Transformasi digital ini diharapkan mendorong efisiensi pelayanan publik sekaligus meningkatkan kesadaran pembayaran tepat waktu.
Langkah inovatif lainnya adalah launching Kartu Tani khusus bagi para petani lokal. Kartu ini menjadi identitas sekaligus fasilitas pendukung bagi petani dalam memasarkan hasil pertanian mereka. Pemerintah daerah bahkan menyediakan fasilitas transportasi berupa mobil Damri untuk membantu para petani mengangkut dan menjual hasil kebun mereka.
Dalam momentum tersebut, keberpihakan kepada pelaku usaha kecil dan masyarakat adat juga terlihat nyata. Bantuan traktor diserahkan kepada Bapak Matius Boseren sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan produktivitas pertanian. Pemerintah daerah juga menyerahkan bantuan koperasi untuk mendukung UMKM Orang Asli Papua agar lebih mandiri dan berdaya saing.
Yang paling menyentuh, seluruh hasil jualan para petani yang hadir pada kegiatan refleksi tersebut diborong dan dibayar langsung oleh Pemerintah Kabupaten Biak Numfor. Hasil pertanian itu kemudian dibagikan kepada seluruh masyarakat yang hadir. Langkah ini tidak hanya menjadi simbol dukungan terhadap petani, tetapi juga pesan kuat bahwa pemerintah hadir sebagai penggerak ekonomi rakyat.
Dalam sambutannya, Bupati Markus Mansnembra menegaskan bahwa refleksi setahun kepemimpinan bukanlah perayaan keberhasilan, melainkan momentum evaluasi dan penguatan komitmen. Ia menekankan bahwa pembangunan harus menyentuh masyarakat di kampung-kampung, para petani, pelaku UMKM, serta Orang Asli Papua sebagai tuan di negeri sendiri.
Wakil Bupati Jimmy Carter Kapissa menambahkan bahwa berbagai program yang diluncurkan merupakan bagian dari visi membangun Biak Numfor yang mandiri, modern, namun tetap berpijak pada nilai-nilai lokal.
Refleksi setahun kepemimpinan Markus–Jimmy dengan demikian menjadi lebih dari sebuah laporan kinerja. Refleksi ini menjelma menjadi ruang berbagi, ruang aksi, dan ruang harapan. Dari digitalisasi layanan publik, penguatan sektor pertanian, hingga pemberdayaan UMKM, pesan yang disampaikan jelas: pemerintah daerah tidak hanya berbicara tentang pembangunan, tetapi bekerja dan hadir bersama rakyat.
Momentum ini menandai bahwa perjalanan lima tahun ke depan akan terus diarahkan pada pelayanan yang lebih cepat, ekonomi rakyat yang lebih kuat, dan kesejahteraan yang lebih merata bagi seluruh masyarakat Biak Numfor.