Negara Hadir di Timur: Bantuan Rp779,5 Juta untuk Seminari Tinggi FX Ambon, Wujud Peduli Pemerintah terhadap Pendidikan Iman
Laporan Paulus Laratmase
–
Melalui sambungan telepon, Pebimas Katolik Kanwil Kementerian Agama Provinsi Maluku, Bernardus Fanulene, S.Ag., M.M, menjelaskan bahwa bantuan sebesar Rp779,5 juta yang diterima Seminari Tinggi F.X. Ambon bersumber dari Panitia Natal Nasional 2024. Setelah penyelenggaraan Natal Nasional tahun lalu, panitia masih memiliki dana surplus yang kemudian, melalui Direktorat Jenderal Bimas Katolik Kemenag RI, didistribusikan ke beberapa wilayah, termasuk Maluku. Bantuan ini menjadi respons positif Dirjen Bimas Katolik terhadap komunikasi intensif yang selama ini terjalin antara Bimas Katolik Maluku, Keuskupan Amboina, dan Ditjen Bimas Katolik RI.
Bantuan tersebut disalurkan kepada Seminari Tinggi F.X. Ambon melalui Keuskupan Amboina sebagai bagian dari komitmen pemerintah mendukung pendidikan iman dan pembinaan calon imam di wilayah timur Indonesia. Dari pihak Keuskupan Amboina, ucapan terima kasih disampaikan kepada Menteri Agama RI, Prof. KH. Nasaruddin Umar, M.A., atas perhatian dan dukungan nyata tersebut. Bantuan ini diharapkan dapat mempercepat penyelesaian Gedung Seminari STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon, yang menjadi pusat pembinaan rohani dan akademik bagi calon imam Katolik di Maluku dan wilayah sekitarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Pebimas Katolik Bernardus Fanulene juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Wakil Menteri Keuangan RI, Thomas Djiwandono, yang turut berperan aktif mendorong realisasi hibah bagi pembangunan Gedung Seminari STPAK St. Yohanes Penginjil Ambon. Menurut Bernardus, kolaborasi lintas kementerian ini menunjukkan kepedulian pemerintah yang tulus terhadap penguatan pendidikan iman di kawasan timur Nusantara. Dari Ambon, kasih dan perhatian negara hadir dalam bentuk nyata—membangun harapan, meneguhkan persaudaraan, dan memperkuat semangat pelayanan lintas iman. “Terima kasih, Pak Menag dan Pak Wamenkeu,” ujarnya, “langkah Bapak berdua menegaskan pesan bahwa negara benar-benar hadir untuk semua, hingga ke pelosok timur Indonesia.”