May 25, 2026

Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak: Polri Tancap Gas Kawal Ketahanan Pangan Nasional

Oleh : joko

Kapolri Pimpin Penanaman Jagung Serentak: Jamin Serapan Hasil Panen dan Harga Layak

http://suaraanaknegerinews.com | Grobogan, Jawa Tengah — Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Komitmen tersebut disampaikan langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan penanaman jagung serentak kuartal III tahun 2025, yang berlangsung pada Rabu (9/7/25) di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah.

1 Juta Hektar untuk Ketahanan Pangan

Dalam sambutannya, Kapolri menyampaikan bahwa Polri mendapat mandat untuk menanam jagung di atas lahan seluas 1 juta hektar sepanjang tahun 2025, sebagai bagian dari program strategis nasional.

“Pada kuartal pertama dan kedua, kita telah berhasil melakukan panen jagung di lahan seluas 344.524 hektar dengan produksi lebih dari 2 juta ton. Hari ini, kita lanjutkan dengan penanaman di kuartal ketiga seluas **168.432 hektar lebih,” jelas Kapolri.

Kolaborasi Multi-Stakeholder

Kapolri menyebutkan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi antara Polri dengan Kementerian Pertanian, Kementerian LHK, Perhutani, Inhutani, serta para stakeholder dan masyarakat. Hingga kini, total lahan yang sudah ditanami mencapai 431.233 hektar dari potensi 795.339 hektar, mayoritas berada di kawasan perhutanan sosial.

“Khusus hari ini, kita tanam 38.750 hektar jagung di Jawa Tengah, termasuk 207 hektar di Grobogan, dan dari jumlah itu, **74 hektar berada di lahan perhutanan sosial,” tambahnya.

Dukungan Alat dan Infrastruktur

Untuk mendukung proses budidaya jagung yang optimal, Polri juga menyalurkan bantuan alat pertanian secara masif, antara lain: 500 unit alat uji kesuburan tanah, 100 unit alat uji kadar air, 89 unit pemipil jagung dan 93 unit alat pengering (dryer).

Selain itu, Polri kini sedang membangun 18 gudang pangan di 12 provinsi dengan total kapasitas penyimpanan 18.000 ton, yang semuanya dilengkapi dryer modern untuk mempercepat pengeringan jagung pipil.

Jaminan Serapan Hasil Panen

Menjawab kekhawatiran petani soal penyerapan hasil panen, Kapolri menegaskan adanya skema kemitraan dengan Bulog sebagai pembeli utama, serta kerja sama dengan perusahaan pakan ternak seperti PT Java dan PT Caron Pompang yang siap menyerap hasil dalam jumlah besar.

“Alhamdulillah, pasarnya sudah ada. Kita prioritaskan penyerapan hasil panen oleh Bulog, lalu sisanya oleh mitra swasta,” ujar Kapolri meyakinkan.

Peran Koperasi: Penguatan Ekosistem Pertanian

Kapolri juga menyoroti pentingnya peran koperasi dalam menjaga keberlanjutan sistem pangan. Ia menyebut kerja sama dengan Koperasi Merah Putih sebagai bentuk penguatan sistem pascapanen, termasuk pembangunan gudang penyimpanan di wilayah-wilayah sentra jagung.

“Dengan adanya koperasi, posisi tawar petani akan lebih kuat. Harga penyerapan pun bisa sesuai standar yang layak,” tuturnya.

Ajak Forkopimda Dukung Anggaran Daerah

Menutup sambutannya, Kapolri mengajak seluruh kepala daerah, termasuk jajaran Forkopimda, untuk mengalokasikan anggaran perubahan APBD guna mendukung perluasan lahan tanam, pengadaan bibit dan pupuk, hingga pembangunan gudang pangan.

“Polri adalah polisi rakyat. Kami hadir di tengah-tengah masyarakat, tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong agenda besar bangsa, termasuk menjadikan Indonesia sebagai **lumbung pangan dunia,” tegas Jenderal Listyo Sigit.