May 27, 2026

MAN Kota Sawahlunto Dinilai Tim Adipura Kementerian Lingkungan Hidup RI: Bukti Konsistensi Mendukung Dua Protas Kemenag RI Ekologi dan Berdampak

Oleh: Dafril, Tuanku Bandaro

Kepala MAN Kota Sawahlunto dan Mahasiswa Program Doktoral Study Islam S3 UM Sumbar

Penilaian Tim Lingkungan Hidup: Momentum Pengakuan dan Penguatan

Rabu, 17 September 2025 menjadi hari yang bersejarah bagi keluarga besar MAN Kota Sawahlunto. Pada hari itu, madrasah ini dipercaya menjadi sampel penilaian Adipura Kota Sawahlunto sebuah amanah mulia yang menandai keterlibatan madrasah dalam gerakan nasional menjaga harmoni lingkungan.

Tim penilai dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, yaitu Fadhila Ramadhani dan Yuriska Andiri, didampingi oleh Uttiya Annisa dari Dinas Lingkungan Hidup Kota Sawahlunto, hadir bukan sekadar melakukan evaluasi teknis, tetapi juga membaca denyut nadi ekologi yang hidup di lingkungan madrasah. Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa madrasah tidak lagi dipandang hanya sebagai ruang belajar ilmu agama dan pengetahuan umum, melainkan juga sebagai laboratorium hidup yang menumbuhkan kesadaran ekologis.

Ekologi dan “Berdampak”: Dua Protas yang Dihidupkan di Madrasah

Kementerian Agama RI dalam beberapa tahun terakhir menegaskan dua Proyek Transformasi Strategis (Protas) yang harus menjadi nafas madrasah: ekologi dan berdampak. MAN Kota Sawahlunto menafsirkan keduanya bukan sekadar jargon administratif, melainkan praksis nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Ekologi hadir dalam kesungguhan menjaga kebersihan, mengelola sampah dengan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle), menata taman sebagai ruang edukasi hijau, hingga menanamkan budaya hemat energi dan air.

Berdampak tercermin dalam keterlibatan seluruh warga madrasah: guru, tenaga kependidikan, hingga siswa yang menjadikan perilaku ramah lingkungan sebagai bagian dari identitas spiritual dan sosial.

Dengan demikian, penilaian Adipura tidak hanya berbicara soal penghijauan fisik, tetapi juga soal penghijauan hati dan pola pikir.

Analisis: Pendidikan Ekologis sebagai Modal Sosial Baru

Jika kita cermati lebih dalam, keikutsertaan MAN Kota Sawahlunto dalam penilaian Adipura menghadirkan kebaruan (novelty) yang penting: madrasah tampil sebagai aktor sosial yang meneguhkan pendidikan ekologis. Di sinilah letak kekuatan.

Madrasah tidak hanya mendidik generasi beriman dan berilmu, tetapi juga generasi yang mencintai bumi sebagai amanah Ilahi. Kesadaran ini menghidupkan ayat-ayat Qur’ani yang menegaskan manusia sebagai khalīfah fī al-arḍ (pemelihara bumi). Maka, setiap pohon yang ditanam, setiap sampah yang dipilah, setiap tetes air yang dihemat, semuanya bernilai ibadah dan menjadi bagian dari ekologi spiritual.

Dalam perspektif ilmiah, langkah ini menunjukkan bagaimana pendidikan dapat menjadi modal sosial ekologis, yaitu kemampuan kolektif suatu komunitas untuk menginternalisasi nilai ramah lingkungan dalam perilaku keseharian. Di sinilah novelty-nya: madrasah menjadi lokus utama pembentukan kesadaran ekologis di tengah masyarakat religius.

Alhamdulillāh, dengan hati penuh syukur, izinkan penulis menyampaikan terima kasih yang mendalam kepada:

1. Plt. Kakanwil Kemenag Sumbar, H. Edison

2. Kabid Penmad Kanwil Kemenag Sumbar, H. Hendri Pani Dias

3. Walikota dan Waki Walikota Sawahlunto

4. Kakankemenag Kota Sawahlunto, H. Dedi Wandra

5. Kadis DLH Kota Sawahlunto

6. Kasubag TU, Mustatir

7. Kasi Penmad, Syafruddin Kaur

8. Waka Kurikulum, Waka Sarpras, Waka Humas, Waka Kesiswaan, Bendahara

9. Tim Adiwiyata, para Koordinator bidang beserta anggota

10. Seluruh GTK MAN Kota Sawahlunto yang saya cintai dan banggakan

11. Komite, orangtua, dan siswa MAN Kota Sawahlunto

Kerjasama, kebersamaan, kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, kerja tuntas, serta dedikasi yang terpancar begitu indah telah mengantarkan madrasah ini tampil bermartabat di hadapan tim penilai nasional.

Penulis ingin menyampaikan dengan kerendahan hati: kepala madrasah tidaklah ada apa-apanya tanpa Bapak dan Ibu. Bapak dan Ibu adalah orang-orang hebat, pilar kekuatan, penopang kejayaan, dan sumber semangat yang menjadikan MAN Kota Sawahlunto tegak dengan penuh wibawa.

Dari Madrasah untuk Bumi, Dari Sawahlunto untuk Indonesia

Jerih payah kita semua adalah bukti bahwa madrasah mampu memberikan dampak nyata bagi lingkungan dan masyarakat. Semoga usaha ini menjadi amal jariyah, menebarkan keberkahan, dan memperkuat komitmen kita untuk terus menghadirkan madrasah yang unggul, berbudaya, berdaya saing, serta ramah lingkungan.

Dari MAN Kota Sawahlunto, kita belajar bahwa pendidikan sejati bukan hanya mencetak lulusan cerdas, tetapi juga melahirkan insan yang menjaga bumi .