April 20, 2026
pada sepotong senja

anto narasoma

sore datang begitu manja. lalu ia pun tersenyum di balik cahaya senja

dari ketinggian gunung kinabalu itulah suaramu begitu merdu. seperti nada azan yang memanggil-manggil dalam kesucian hati-Mu, Tuhanku

lalu,
aku mencari-cari dalam diriku; setelah kau letakkan secangkir kopi yang mengepul di antara doa-doaku

lihatlah,
pada sepotong senja inilah kita berbincang dalam diam, setelah cahaya petang mulai tenggelam ke dasar perbincangan tanpa kata-kata

padahal,
sejak tadi –langkah kaki ini masih tertinggal
di antara detik-detik berlalu

sebab,
dari keindahan senja
masih ada suara-suara kematian yang lapar
dari ribuan kemiskinan yang tersembunyi
di balik lambungmu tanpa sebutir nasi

Palembang
10 Februari 2026